Agresif Pada Momen Terakhir
Seperti halnya saat Trump menang ketika Republik juga menguasai baik Senat maupun DPR, Biden dan Demokrat juga berpeluang melakukan hal sama pada pemilu 2020. Malah mungkin lebih telak.
Indikasi ini bahkan diutarakan sendiri oleh kawan seiring Trump. Salah satunya senator Republik, Ben Sasse, yang mengingatkan kolega-koleganya bahwa kali ini mereka akan menelan kekalahan besar dalam pemilu 2020.
Sasse juga terang-terangan mengkritik cara Trump mengelola pemerintahan, khususnya dalam menangani pandemi virus corona. Dia menyebut sikap bebal presiden bakal menciptakan erosi besar dalam konstelasi suara pada pemilu 3 November nanti.
Tidak cuma Ben Sasse yang was-was Republik kalah telak.
Sekutu-sekutu terpercaya Trump seperti Senator Ted Zruz juga begitu. Bahkan tokoh senior Republik di Senat yang juga mitra bermain golf Trump, Senator Lindsey Graham, sudah mengibarkan bendera putih dengan berkata kepada kubu Demokrat bahwa "Anda semua punya peluang bagus untuk memenangkan Gedung Putih."
Sekalipun Demokrat dan tim kampanye Joe Biden berusaha hati-hati karena pengalaman pada pemilu-pemilu sebelumnya yang menjadi pihak yang diunggulkan tapi malah kalah, khususnya saat Al Gore dan Clinton menjadi calon presiden mereka masing-masing pada pemilu 2000 dan 2016, posisi Biden dalam kebanyakan jajak pendapat semakin kuat saja.
Empat tahun silam Clinton mengungguli Trump dalam selisih 6,7 persen. Namun tiga pekan menjelang pemungutan suara Trump memangkas defisit itu sampai 3,2 persen sehingga terlalu tipis untuk meyakini Clinton bakal menang.
Sebaliknya, yang terjadi saat ini kebanyakan jajak pendapat justru konsisten menempatkan Biden unggul dengan marjin lebih lebar ketimbang yang dinikmati Clinton pada 2016. Terakhir jajak pendapat New York Times/Siena College menyimpulkan marjin keunggulan Biden secara nasional sebesar 9 persen. Angkanya antara 52 persen melawan 43 persen.
Baca Juga: Klaim Kebal Covid-19, Donald Trump Dapat Julukan 'Superman' dari Pendukung
Biden juga mencatat selisih suara cukup lebar di negara-negara bagian suara mengambang penting yang menjadi medan pertempuran suara yang ketat, yakni Pennsylvania dan Wisconsin.
Bukan hanya itu Biden juga menempel ketat Trump di Texas, Georgia dan Ohio yang selama ini dikuasai Republik.
Konsensus pakar selama ini menyatakan selisih tipis di Texas akan mengartikan pemilu bakal dimenangkan Demokrat dalam selisih besar. Dalam kata lain, Trump kemungkinan kalah telak.
Di permukaan, Trump menepis hasil rangkaian jajak pendapat itu sebagai palsu.
Tetapi fakta lain menunjukkan dia secara tidak langsung mempercayai apa yang dia sanggah itu dengan habis-habisan berkampanye menjelang hari pemungutan suara 3 November. Tujuannya, tak lain dan tak bukan adalah memangkas defisit dalam jajak pendapat itu.
Tidak seperti Biden yang tetap menghormati protokol COVID-19, Trump agresif maraton berkampanye yang bahkan dalam sehari bisa mendatangi tiga tempat berbeda.
Berita Terkait
-
Klaim Kebal Covid-19, Donald Trump Dapat Julukan 'Superman' dari Pendukung
-
Pemilu AS, Jajak Pendapat Nasional: Donald Trump Kalah
-
Mirip di DPR, Debat Terakhir Trump vs Joe Biden Dibekali Mute Mikrofon
-
General Motors Danai Investasi Baru, Perluas Produksi Mobil Listrik
-
Ingin Bertemu Trump, Pria AS Bergelantungan di Gedung Selama 13 Jam
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026