Suara.com - Berita duka datang dari PA 212 yang mengabarkan salah satu tokohnya Fahrurrozi Ishaq meninggal dunia, Selasa (27/10/2020).
Junjungan Front Pembela Islam (FPI) yang dahulu dikenal sebagai gubernur DKI Jakarta tandingan Ahok itu dikabarkan meninggal dunia karena Covid-19.
Berita duka itu dikonfirmasi oleh Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 Novel Bamukmin. Ia mengatakan, organisasinya FPI dan ormas Islam lain berduka.
"Begitu juga imam besar kami, Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi," kata Novel kepada Suara.com, Selasa siang.
Novel Bamukmin mengatakan, kabar wafatnya Fahrurrozi langsung disampaikan kepada Habib Rizieq yang tengah berada di Arab Saudi.
"Saya belum ada komunikasi, namun Insyaallah beliau (Habib Rizieq) sudah mengetahui dan di mana ormas-ormas yang dibawah naungan HRS sudah memberikan ucapan turut berbelasungkawa," kata Novel.
Meski demikian, Novel tidak mengatakan dengan lugas penyebab meninggalnya Fahrurrozi yang dikabarkan terpapar Covid-19.
"Terkait covid atau tidaknya adalah kehendak Allah dan orang yang terkena covid adalah orang yang mati syahid
akhirat yang insyaAllah tempatnya surga," ujar Novel.
Sebagai seorang yang pernah diperhitungkan di DKI Jakarta, berikut rekam jejak Fahrurrazi Ishaq sebagai gubernur tandingan Ahok beberapa tahun silam.
Baca Juga: Gubernur Tandingan Ahok Fahrurrozi Sempat Tolak Dirawat di Kamar VVIP COVID
1. Dilantik FPI sebagai wujud penolakan terhadap Ahok
Setelah Ahok dilantik jadi gubernur DKI Jakarta, massa dari FPI dan 90 ormas yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta berunjuk rasa di DPRD dan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/12/2014).
Dalam aksinya, massa menolak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta dan melantik KH Fahrurrozi Ishaq sebagai Gubernur DKI versi Gerakan Masyarakat Jakarta.
Ketika itu, Ahok menanggapi pelantikan gubernur tandingannya dengan santai.
"Ga usah diurus lah. Kita urus MRT ajah, urus kerja ajah ngapain diurusin. Ga usah dipikirin lah," ucap Ahok.
2. Pernah sebut Ahok sumber musibah
Pada tahun 2015, Fahrurrozi melempar pernyataan kontroversial ketika aksi massa di depan Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
"Ahok (itu) sumber musibah, perusak akhlak anak-anak kita. Kalau menurut tokoh-tokoh yang kami temui, mereka mengatakan (bahwa) jangankan jadi Gubernur, jadi RT aja (Ahok) nggak pantes. Bukan hanya kasar, tapi (dia) amat sangat kotor," kata Fahrurrozi dikutip Suara.com, Selasa (24/03/2015).
3. Dianggap memperuncing isu SARA
Menurut Eksekutif MAARIF Institute Fajar Riza Ul Haq munculnya Gubernur DKI tandingan akibat penolakan terhadap pelantikan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) sebagai orang nomor satu DKI justru memperuncing isu SARA.
"Sebagai ekspresi kebebasan berpendapat sah-sah saja tindakan itu. Namun saya tidak melihat alasan kuat yang dapat membenarkannya kecuali semata-mata alasan politik dan kebencian sektarianisme," kata Fajar di Jakarta, Senin (01/12/2014).
4. Membuat petisi untuk melengserkan Ahok
Fahrurozi pernah menyerahkan petisi kepada Ketua Panitia Hak Angket DPRD, Mohamad Sangaji alias Ongen.
Pemberian petisi itu menurutnya bertujuan untuk terus mendukung Tim Angket agar dapat segera melengserkan Ahok.
"Pak Ketua (Ongen), saya bawa angket dan petisi, mendukung DPRD DKI melengserkan Ahok, dan menolak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta," jelasnya.
Dukungan itu disebut antara lain berupa fotokopi KTP warga Jakarta. Lebih jauh, Fahrurozi pun mengaku kesal dengan salah satu lembaga survei yang sebelumnya memenangkan Ahok (didukung rakyat) dalam hasilnya itu.
5. Berjanji untuk blusukan
Habib Rizieq Shihab ketika mengangkat Fahrurrozi menyebut gubernur tandingan itu akan blusukan ke rumah-rumah warga. Ia mengimbau para warga agar menyambut sedangkan kalau gubernur lain sebaiknya diusir.
"Gubernur kita juga akan blusukan. Kalau Ahok yang blusukan lempar saja pake telor asin," ujar Rizieq di depan Balai Kota, Senin (01/12/2014).
Mengamini Rizieq, Fahrurrozi juga mengatakan akan lebih dekat dengan masyarakat dan akan senantiasa memberikan kebaikan ke seluruh masyarakat Jakarta.
6. Mengaku tak punya program
Saat diangkat jadi gubernur tandingan, Fahrurrozi mengaku tidak memiliki program-program apa pun. Rozi berdalih Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ditolaknya juga tidak mempunyai program.
"Program tidak ada. Tukang ojek saja bisa menjadi gubernur. Ahok saja nggak ada programnya karena semuanya sudah dilakukan Fauzi Bowo," kata Rozi berkilah usai demo di depan Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (01/12/2014).
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU