- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pendidikan sebagai solusi utama memutus rantai kemiskinan dan ketimpangan sosial di Jakarta.
- Pemprov DKI mengalokasikan anggaran beasiswa masif melalui KJP dan KJMU yang kini diperluas hingga jenjang pendidikan pascasarjana.
- Pramono menggagas program LPDP Jakarta untuk memberangkatkan 100 mahasiswa menempuh studi di universitas ternama luar negeri mulai tahun depan.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya memutus rantai kemiskinan dan ketimpangan sosial melalui sektor pendidikan.
Hal ini disampaikan Pramono saat menghadiri acara Halal Bihalal bersama Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) Institut Teknologi Bandung (ITB) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dalam berbagai hal, Pramono menyoroti persoalan mendasar di Ibu Kota, yakni sulitnya menekan angka kesenjangan antara warga kaya dan miskin.
Menurutnya, selama lima tahun terakhir, indeks perbandingan tersebut stagnan dan baru menunjukkan tren penurunan pada tahun lalu.
"Yang menjadi problem utama di jakarta itu sebetulnya dengan generasi perbandingan orang kaya dengan orang miskin, di jakarta dari waktu ke waktu itu turunya susah sekali, bahkan dalam 5 tahun terakhir tidak pernah turun, baru turun tahun kemaren ini," ujar Pramono di hadapan para orang tua mahasiswa ITB, Minggu (19/4/2026).
Pramono menjelaskan bahwa kunci penurunan angka kemiskinan tersebut terletak pada intervensi pemerintah melalui beasiswa pendidikan yang masif.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan dana Rp1,6 triliun untuk Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang menyasar 707.520 siswa, serta Rp380 miliar untuk Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Tak hanya untuk jenjang sarjana (S1), pada masa kepemimpinannya, Pramono telah memperluas cakupan KJMU agar bisa dinikmati oleh pelajar jenjang lanjut S2 hingga S3.
Gagas LPDP Jakarta
Inovasi terbaru yang tengah digodok oleh Pemprov DKI adalah peluncuran program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Jakarta. Program ini dirancang khusus untuk memfasilitasi putra-putri terbaik Jakarta agar bisa menempuh studi di universitas ternama di luar negeri.
Baca Juga: Evaluasi WFH ASN di Jakarta, Pramono Anung: Kemacetan Turun Drastis
“Sekarang ini saya menggagas untuk LPDP Jakarta, bekerja sama dengan Pak Larso yang juga anak ITB. Tahun depan Insya Allah LPDP Jakarta sudah bisa dibagikan kurang lebih untuk 100 mahasiswa untuk bisa sekolah di luar negeri,” ungkapnya.
Bagi Pramono, kebijakan beasiswa ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan misi pribadi untuk membantu keluarga yang kurang mampu mengubah nasib mereka.
"Kenapa ini saya lakukan? Ini untuk memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga," ujarnya.
Melalui program-program pendidikan ini, Pramono berharap tidak ada lagi anak-anak di Jakarta yang terputus cita-citanya hanya karena kendala ekonomi.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Evaluasi WFH ASN di Jakarta, Pramono Anung: Kemacetan Turun Drastis
-
Harga BBM Naik, Pramono Minta Warga DKI Hijrah ke Transportasi Umum
-
Berhasil Jaring 6,5 Ton Ikan Sapu-Sapu, Pramono Anung Siapkan Skema Pembersihan Berkala
-
Persija Jakarta Cuma Menang Tipis, Van Basty: 1-0 atau 10-0 Sama Saja
-
Clash of Legends 2026: Barca Legends Libas DRX World Legends 3-0
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah