Suara.com - Tanggal 1 November 2020 atau Ahad, 15 Rabiul Awal 1442 H adalah puasa sunnah Ayyamul Bidh hari ketiga. Maka dari itu, simak dahulu jadwal dan bacaan niat Puasa Ayyamul Bidh dalam latin dan artinya berikut ini.
Jadwal puasa sunnah Ayyamul Bidh ini di mulai sejak tanggal 30 Oktober 2020 hingga 1 November 2020.
Ada beberapa manfaat yang akan diperoleh jika melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Bidh ini, di antaranya adalah untuk menghidupkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Selain itu, melakukan puasa tiga hari setiap bulannya adalah seperti melakukan puasa sepanjang tahun karena pahala satu kebaikan adalah sepuluh kebaikan.
Berarti puasa selama tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sebanyak tiga puluh hari setiap bulan. Jadi seolah-olah seseorang berpuasa sepanjang tahun.
Manfaat lainnya adalah dapat memberikan istirahat pada anggota badan setiap bulannya.
Niat Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
Berikut ini adalah niat Puasa Ayyamul Bidh yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, 15 pada bulan Hijriah.
Nawaitu sauma ayyami bidh sunnatan lillahi ta'ala.
Baca Juga: Lengkap! Inilah Doa Selamatan atau Syukuran Latin dan Artinya
Artinya:
“Saya niat puasa pada hari-hari putih , sunnah karena Allah ta’ala”.
Tata Cara Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh memiliki beberapa tata cara yang perlu diperhatikan.
- Niat puasa boleh dilakukan setelah terbit fajar asalkan belum makan, minum, dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya. Hal ini berbeda dengan puasa wajib yang harus melakukan niat sebelum terbit fajar.
- Seorang istri tidak boleh berpuasa sunnah ketika bersama suaminya, atau sudah mendapatkan izin dari suami. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda "Janganlah seorang wanita berpuasa sunnah sedang suaminya ada, kecuali dengan seizinnya".
- Lebih dianjurkan untuk berpuasa ketika tidak bepergian. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar”.
- Puasa tidak dilaksanakan di tanggal 13 Dzulhijah. Karena tanggal 13 Dzulhijah merupakan bagian dari hari tasyriq, sehingga tidak dianjurkan untuk melaksanakan puasa putih.
Sedangkan bacaan doa saat berbuka puasa adalah sebagai berikut ini:
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa
-
Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin
-
Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia
-
Prabowo Ucapkan Selamat Idulfitri 1447 H, Ajak Perkuat Persatuan dan Bangun Indonesia Lebih Kuat
-
Puncak Mudik 2026 Terlewati, Polri: Naik 4,26 Persen dan Tetap Terkendali
-
Malam Takbir di Bundaran HI, Pramono: Pemprov Jakarta Ingin Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman
-
Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata
-
Cerita Warga Pilih Takbiran di Bundaran HI, Ogah Mudik Gegara Takut Ditanya Kapan Nikah
-
Ucapkan Selamat Idulfitri, Prabowo Subianto Ajak Masyarakat Pererat Persatuan
-
Potret Hangat Lebaran Presiden Prabowo: Makan Bareng Titiek Soeharto, Didit, dan Bobby Kertanegara