Suara.com - Seorang pria di Amerika Serikat dijatuhi hukuman 25 tahun penjara setelah nekat membakar gereja bersejarah agar terkenal di dunia musik.
Menyadur BBC, Rabu (4/11/2020), Holden Matthews membakar tiga gereja di negara bagian Lousiana yang bersejarah warga Afro-Amerika pada 2019 lalu.
Pria berusia 23 tahun itu membakar Gereja Baptis St Mary di Port Barre, Gereja Baptis Union dan Gereja Baptis Mount Pleasant di Opelousas antara 26 Maret hingga 4 April.
Matthews yang merupakan musisi metal, mengaku membakar gereja demi mendapatkan popularitas lebih di lingkungan musiknya.
Setelah melancarkan aksinya, putra wakil polisi kota setempat itu mengunggah foto dan video di Facebook terkait dua gereja pertama yang ia bakar.
Ketiga bangunan tempat ibadah itu disebutkan rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah.
Kendati demikian, tak ada korban jiwa dilaporkan karena gereja disulut api saat malam hari.
Selama di persidangan, hakim menyatakan aksi Matthews tidak didasari motif rasial. Namun, aksinya ini menghidupkan ingatakn tentang "masa gelap dalam sejarah."
Yakni, terkait supremasi warga kulit putih yang melakukan penyerangan terhadap gereja-gereja warga Afro-Amerika selama era hak-hak sipil Amerika.
Baca Juga: Rumitnya Electoral College, Penentu Pemenang Presiden Amerika Serikat
Pengadilan lantas menyatakan pemuda bersalah atas tiga tuduhan pembakaran gedung-gedung keagamaan dan satu dakwaan tentang penggunaan api untuk kejahatan federal.
Selain hukuman kurungan, Matthews juga diperintahkan unutk membayar USD 2,7 juta atau sekitar Rp 39,3 miliar sebagai biaya ganti rugi.
"(Matthews) harus mengirimkan pesan yang jelas bahwa ada harga tinggi yang harus dibayar untuk jenis aksi perusakan dan kekerasan ini," kata pengacara AS Alexander Van Hook.
Kepada majelis hakim, Matthews yang tergabung dalam band bernama Vodka Vultures ini mengatakan, berniat meniru pembakaran gereja yang dilakukan penggemar musik black metal di Norwegia pada 1990-an.
Selama periode 1990-an, sedikitnya 50 gereja Kristen di Norwegia diserang oleh pelaku pembakaran yang menyatakan atas nama "black metal", subgenre musik heavy metal.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Nasib 185 Lapangan Padel Tak Berizin di Jakarta: DPRD Minta Penertiban Bertahap dan Berkeadilan
-
Ramadan dan Lebaran Ubah Pola Perjalanan, Mobilitas Makin Terkonsentrasi Jelang Hari H
-
Kejagung Ajukan Banding Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
-
Diduga Ilegal, Satgas PKH Segel Tambang Nikel Milik Bos Malut United
-
H-10 Lebaran, Menteri PU Targetkan Pantura Barat Bebas Lubang
-
ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan