Suara.com - Pasukan militer Azerbaijan telah merilis video musik heavy metal di YouTube. Video musik itu mendapat sorotan lantaran dirilis saat Azerbaijan tekang berkonflik dengan Armenia.
Menyadur New York Post, Sabtu (3/10/2020), video musik bergenre keras itu menggambarkan kehebatan pasukan militer Azerbaijan.
Mulai dari abrisan tentara, berbagai senjata berat, hingga ledakan-ledakan mereka tampilkan dalam video msuik yang diunggah 27 September 2020 itu.
Video berdurasi 4 menit 21 detik itu berjudul "At" klipi. fa edirlr: Nur qrupu, Nrmin Krimbyova, Ceyhun Zeynalov (Cin)".
Apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, klip itu menjadi "Klip "Api". Dilakukan oleh: Nur group, Narmin Kerimbeyova, Jeyhun Zeynalov (Jin)"
Lagu propaganda tersebut dibawakan oleh sekelompk musisi Azerbaijan, Ceyhun Zeynalov dan Narmin Karimbayova, didukung oleh Nur Group.
Mereka tampil di depan kamera dengan mengenakan seragam tempur, sebagaimana keterangan dalam video tersebut.
Musik keras itu terlihat dimainkan di lapangan terbuka, tanpa musuh yang terlihat, di samping armada peluncur rudal dan tank.
Walaupun militer Azerbaijan begitu gagah dalam video klip tersebut, fakta terbaru menunjukkan serdadu negara pimpinan Ilham Aliyev menunjukkan kenyataan lain.
Baca Juga: Konflik Azerbaijan vs Armenia, Kim Kardhasian Dukung Negara Ayahnya
Ya, Azerbaijan dan Armenia tengah berkonflik. Kedua negara pecahan republik Soviet itu bentrok untuk memperebutkan kota Nagorno-Karabakh.
Setidaknya 130 orang telah meninggal dunia dalam bentrokan di hari kelima pad Kamis (1/10/2020).
Meski ada seruan dari para pemimpin dunia untuk menghentikan bentrokan, konflik dua bekas republik Soviet itu terus berlanjut, seperti diberitakan Channel News Asia.
Pertempuran berhari-hari Nagorno-Karabakh, yang menandai masih berlangsungnya konflik menahun, kembali meletus pada Minggu (27/9), di mana 16 militer dan warga sipil tewas.
Wilayah ini memisahkan diri dari Azerbaijan dalam konflik atas buntut dari runtuhnya Uni Soviet pada 1991.
Sengketa wilayah di daerah yang terletak di Kaukasus Selatan ini telah berlangsung sejak awal 1990-an yang berujung pada tewasnya puluhan ribu orang.
Berita Terkait
-
Bentrok di Nagorno-Karabakh, Armenia Siap Gencatan Senjata
-
130 Orang Tewas, Apa Pemicu Konflik Azerbaijan-Armenia di Nagorno-Karabakh?
-
Perang Sengit Armenia-Azerbaijan Bahayakan Nyawa Jurnalis yang Meliput
-
Dipilih Jadi Dubes Azerbaijan, Eks Bupati Kayong Utara Gelar Syukuran
-
Turki Tegas Dukung Azerbaijan, Armenia Diperingatkan untuk Menarik Pasukan
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April
-
Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!
-
Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!
-
J.J Rizal Soroti Warisan Soeharto, Sebut Aktor Lama Masih Dominan
-
Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut
-
Lawan Stigma, Cerita Karyawan Difabel Pabrik HS: Dari Korban Bully Jadi Mandiri