Suara.com - Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, mengakui hingga kini masih banyak warga di wilayah itu yang tidak percaya adanya pandemi Covid-19 yang sudah merenggut nyawa banyak orang.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Obet Tekege mengatakan mayoritas warga asli Papua di Mimika sama sekali tidak percaya adanya Covid-19.
Hal itu menjadi salah satu hambatan terbesar bagi para petugas kesehatan untuk melakukan penelusuran kontak erat pasien terkonfirmasi positif terutama di kalangan anggota keluarga dan kerabat mereka.
"Sampai saat ini masyarakat asli Papua tidak percaya akan adanya virus corona, mereka menganggap virus itu dibawa dari luar. Ini tentu menjadi hambatan karena secara data sebagian orang asli Papua di Mimika kini terpapar virus corona," kata Obet.
Obet yang dipercayakan sebagai Ketua Tim Tracking Kontak Covid-19 Kabupaten Mimika mengatakan ketidakpercayaan warga terhadap adanya pandemi Covid-19 justru memunculkan stigma bagi para pasien dan keluarganya.
Tidak itu saja, petugas penyelidikan epidemiologi Dinas Kesehatan Mimika yang sehari-hari harus melakukan penelusuran kontak dari para pasien terkonfirmasi positif dalam upaya memutus mata rantai penularan kasus itu, juga selalu diperhadapkan dengan sikap yang tidak simpatik dari warga.
"Kami dicaci maki habis-habisan oleh warga, bahkan rekan-rekan kami dilempari batu. Mereka menuding saya seolah-olah Tuhan karena menentukan apakah seseorang terpapar Covid-19 atau tidak. Masyarakat mengancam mendatangi dan akan merusak rumah saya," kata Obet.
Ia menyatakan warga yang tidak percaya dengan wabah Covid-19, tidak saja yang bermukim di pinggiran Kota Timika seperti Kwamki Lama, SP13, SP7 dan lainnya, tetapi juga warga yang ada di Kota Timika.
"Apalagi yang tinggal di rumah-rumah kost, itu paling susah untuk ditemui oleh petugas kami karena mereka takut akan adanya stigma dari tetangga yang lain," tuturnya.
Baca Juga: Tambah 774 Pasien Hari Ini, Total Kasus Corona di DKI Capai 108.620 Orang
Dengan kondisi seperti itu, pasien positif Covid-19 yang diminta melakukan isolasi mandiri akhirnya tidak jujur kepada tim penyelidikan epidemiologi Dinas Kesehatan Mimika dengan memberikan keterangan alamat rumah yang tidak jelas.
"Mereka melaporkan alamat yang salah, ketika kami datang ke alamat yang diberikan itu, tidak ada warga di sekitar itu yang mengenal yang bersangkutan. Ada juga yang memberikan alamat jelas, namun saat didatangi petugas yang bersangkutan tidak ada di rumahnya," kata Obet.
Ia berharap warga harus berani menghilangkan sikap acuh tak acuh terhadap pandemi dan tidak melakukan stigma kepada pasien terpapar Covid-19 dan keluarga mereka agar wabah itu bisa segera diputus mata rantainya.
Mimika merupakan daerah dengan jumlah kasus tertinggi kedua di Provinsi Papua setelah Kota Jayapura dengan jumlah warga terpapar sebanyak lebih dari 2.500 orang dan sekitar 2.100 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.
Hingga kini warga yang dilaporkan meninggal dunia akibat Covid-19 di Mimika berjumlah 25 orang. [Antara]
Berita Terkait
-
Bela Tambang Rakyat, DPR Papua Tengah Minta Papan Satgas PKH di KM 95 dan KM 102 Dicabut
-
Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer
-
Dari Jayapura, Baleg DPR Serap Aspirasi untuk Penyusunan RUU Masyarakat Adat
-
Mengapa Menjaga Hutan Papua Tak Cukup Mengandalkan Konservasi?
-
Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor