Suara.com - Terduga pelaku pembakaran Halte TransJakarta di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, terungkap melalui kamera pengawas yang dibeberkan oleh Narasi Newsroom melalui akun Youtube.
Terkait itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap melindungi para saksi yang melihat serta mengetahui terkait pelaku.
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi mendorong para saksi yang mengetahui soal dugaan pelaku untuk tidak takut melapor serta memberikan keterangan agar motif pembakaran Halte Transjakarta bisa segera terungkap.
"Posisi - LPSK pada kasus ini, kami berharap saksi bisa dengan aman memberikan keterangan tanpa rasa cemas dan ancaman," kata Edwin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/11/2020).
Edwin mengungkapkan kalau proses hukum terhadap para pelaku mesti ditegakkan sesuai dengan aturan yang berlaku.
LPSK mendukung pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus pembakaran halte yang terjadi saat demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja pada 8 November 2020.
Guna mendukung pengusutan kasus, keberadaan saksi pun diharapkan bisa turut membantu. Dengan begitu, LPSK juga membuka pintu bagi saksi yang ingin mengajukan permohonan perlindungan.
Edwin menuturkan, perlindungan kepada para saksi penting dilakukan agar mereka bisa merasa lebih tenang dalam memberikan ketenangan. Ia juga berharap kalau aksi yang terencana ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang karena berdampak merugikan fasilitas publik.
Investigasi Narasi TV
Baca Juga: Agus Bakar Ningsih Hidup-hidup hingga Tewas, karena Lamaran Ditolak
Narasi TV mengunggah video kronologis kebakaran Halte Sarinah. Dari video itu kemudian menyebar wajah-wajah yang diduga pelaku pembakar halte.
Berdasarkan temuan Narasi TV, para terduga pelaku pembakaran bukan berasal dari massa aksi penolak UU Cipta Kerja.
Sebelum itu, tudingan pembakar Halte Sarinah yang terjadi pada Kamis (8/10/2020) sempat ditujukan kepada para buruh dan mahasiswa yang berunjuk rasa di sekitar tempat kejadian perkara.
Para demonstran diduga menjadi pelaku pembakaran halte yang kerugiannya mencapai angka Rp 65 miliar ini.
Narasi TV kemudian menayangkan penelusuran rekaman CCTV dan dokumentasi yang beredar di media sosial guna menelisik lebih dalam siapa dalang di balik perusakan Halte Sarinah.
Dari temuannya, ternyata para pelaku bukan berasal dari rombongan pengunjuk rasa di sana. Selain itu, ulah mereka nampak terorganisir dan dilakukan dengan penuh kesengajaan.
Berita Terkait
-
Agus Bakar Ningsih Hidup-hidup hingga Tewas, karena Lamaran Ditolak
-
Halte Dibakar Provokator, TransJakarta Dapat Proyek Baru
-
Dituduh Plagiat, Ini Alasan Staf Ahli Kominfo Unggah Video Narasi TV
-
Kelewatan! Sekelompok Pemuda Mabuk Mengamuk, Bacok Orang dan Bakar Motor
-
4 Halte TransJakarta Korban Demo Akan Direnov 2 Lantai, Ada Coffee Shop
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi