Suara.com - Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua mengungkapkan pendapatnya terkait lembaga antirasuah di masa kini.
Menurutnya kekinian KPK sudah tidak lagi bertaring seperti dulu.
Selama mengabdikan dirinya menjadi penasihat KPK selama delapan tahun, ia mengaku berikhtiar untuk memberantas korupsi.
Namun setelah mengundurkan diri pada 2013, ia melihat ada perubahan yang tampak dari KPK.
"Ternyata KPK kemudian diintervensi oleh berbagai pihak dalam dan luar negeri sehingga hari ini KPK sudah tidak lagi bertaring seperti dulu," kata Abdullah saat menghadiri acara deklarasi Partai Masyumi, Sabtu (7/11/2020).
Abdullah juga menyinggung soal Pilpres 2019 yang mempertontokan korupsi politik.
Pada masanya, ia pernah menjadi koordinator lapangan massa aksi demonstrasi sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kemudian Pilpres yang terakhir, yakni 2019 terjadi politic corruption, intelectual corruption dan material korupsi yang luar biasa," tuturnya.
Abdullah menilai kalau untuk mengubah kondisi bangsa sesuai dengan cita-cita perjuangan itu caranya ialah dengan menguasai parlemen.
Baca Juga: Diajak Gabung ke Masyumi, Amien Rais Ajukan Satu Syarat, Apa Itu?
Pasalnya dengan menguasai parlemen, maka akan berkesempatan besar untuk menciptakan Undang-Undang yang mengatur hal apapun sesuai dengan kepentingan yang diperlukan.
"Karena dengan parlemen dapat melahirkan UU, UU-nya membentuk kabinet, dan Presiden, Wapres, menteri, dengan tanda-tangannya bisa melakukan hukum apa saja,” pungkas Abdullah.
Berita Terkait
-
Apa Itu 'Safe House' dalam Kasus Dugaan Korupsi Bea Cukai
-
Sempat Kabur, Otak Dugaan Suap Impor Barang KW di Bea Cukai Akhirnya Pakai Rompi Oranye KPK
-
Prabowo Diminta Tarik Lagi 57 Eks Pegawai KPK, Yudi Purnomo: Jika Perintah Presiden, Saya Kembali
-
KPK Hattrick Gelar OTT, Yudi Purnomo: Bukti Gaji Besar Tak Cukup Bendung Kerakusan Koruptor
-
Uang Jatah Rp7 Miliar Tiap Bulan: Inilah Alur Suap Eksklusif PT Blueray ke Oknum Bea Cukai!
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik atas MBG Tinggi, Kinerja BGN Jadi Penentu Keberlanjutan
-
Dewan Pers di HPN 2026: Disrupsi Digital Jadi Momentum Media Bebenah
-
Benang Merah Dua Ledakan di Sekolah: Ketika Perundungan, Internet, dan Keheningan Bertemu
-
Tembus 79,9 persen, Kenapa Kepuasan Kinerja Prabowo Lebih Tinggi dari Presiden Sebelumnya?