Suara.com - Pendiri Ruang Guru, Adamas Belva Syah Devara menilai pendidikan di Indonesia tertinggal jauh dari standar pendidikan masa kini, butuh waktu 128 tahun untuk mengejar standar itu.
Standar yang dimaksud Belva adalah nilai Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang menempatkan peringkat siswa Indonesia di posisi 72 dari 77 negara Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).
Skor ini mengalami penurunan dari periode penilaian sebelumnya, yakni peringkat 62 dari 70 negara di 2015.
"Untuk mengejar ketertinggalan, kita hitung setiap tahun (PISA) naik berapa banyak? Nah untuk mengejar ketertinggalan itu kira-kita butuh 128 tahun," kata Belva dalam jumpa pers virtual peluncuran Ruangpeduli.org, Selasa (10/11/2020).
Mantan Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo itu menyebut kondisinya akan semakin sulit mengingat saat ini dunia pendidikan juga terdampak pandemi Covid-19.
"Banyak sekali tantangan dunia pendidikan Indonesia, sebelum pandemic saja 128 tahun, pandemi ini makin berlipat-lipat lagi," ucapnya.
Oleh sebab itu, Belva menyebut melalui program Ruangpeduli yang diluncurkannya ini bisa mengajak mitra individu dan lembaga untuk ikut serta berkontribusi menyelesaikan berbagai tantangan pendidikan.
Berita Terkait
-
Gatot Nurmantyo Dipastikan Hadiri Upacara Pemberian Gelar Oleh Jokowi
-
Gatot Siap Ketemu Jokowi di Istana Terima Tanda Jasa
-
Ananda Dapat Gelar Kesatriaan dari Italia Saat Jokowi Beri Bintang ke Gatot
-
Rizieq Pulang, Rezim Jokowi Perlu Waspada Tapi Jangan Berlebihan
-
Balik ke Petamburan, Habib Rizieq Bisa Bikin Repot Rezim Jokowi, Jika...
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini