Suara.com - Sejumlah tokoh mulai berdatangan menyambangi Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di kediamannya Jalan Petamburan III, Gang Paksi, Jakarta Pusat. Usai Gubernur DKI Anies Baswedan, kini giliran politisi senior Amien Rais datang ke kediaman sang habib.
Amien Rais datang menyambangi kediaman Habib Rizieq pada Rabu (11/11/2020) siang sekira pukul 14.00 WIB. Amien datang seorang diri dengan mobil sedannya berwarna hitam.
Terlihat Amien datang dengan pakaian batik berwarna dominan cokelat dilengkapi dengan peci hitam. Ia pun terlihat menggunakan masker dalam kunjungannya tersebut.
Kendati begitu, tak ada kata sedikit pun keluar dari mulut pelopor Partai Ummat tersebut. Amien tak menjelaskan sama sekali maksud kedatangannya menemui imam besar FPI tersebut.
Sementara itu, sebelum memasuki rumah Habib Rizieq, Amien harus melewati protokol kesehatan yang diterapkan. Seperti pemeriksaan suhu tubuh dan wajib menggunakan hand sanitizer.
Awak media hanya bisa meliput di sekitar kediaman Habib Rizieq saja. Pertemuan berlangsung secara tertutup.
Sebelumnya, Anies Baswedan lebih dulu bertemu dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab Selasa (10/11) malam di Petamburan, Jakarta Pusat.
Hal tersebut diketahui lewat unggahan foto di akun media sosial Instagram Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain pada Rabu pukul 00.00 WIB.
Dalam unggahan foto yang diberi judul Pertemuan Empat Sahabat tersebut, terlihat Anies Baswedan duduk paling kiri, di sebelahnya ada Rizieq Shihab, disusul Tengku dan Hanif Al-Athos (menantu Rizieq) yang duduk paling kanan.
Baca Juga: Reuni Akbar 212 di Monas Belum Masuk Agenda Besar Pemprov DKI
Saat dikonfirmasi, Tengku Zulkarnain membenarkan telah terjadi pertemuan tersebut yang terjadi selepas waktu Isya.
Tengku mengaku dalam pertemuan tersebut mereka hanya melepas rindu sambil minum teh dan tidak ada pembicaraan yang mengarah ke unsur politik.
Berita Terkait
-
Reuni Akbar 212 di Monas Belum Masuk Agenda Besar Pemprov DKI
-
Dituduh Komunis, Henry PDIP Minta Kasus Habib Rizieq Kembali Diusut
-
Pemprov Tak Melarang Reuni Akbar 212 Digelar di Monas, Tapi Belum Diizinkan
-
Masih PSBB, Pemprov DKI Buka Peluang Izinkan Monas Dipakai Reuni Akbar 212
-
Akan Temui Kapolda, Politisi PDIP Minta Usut Lagi Kasus Rizieq Shihab
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik