Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi kediaman Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Selasa (10/11/2020) malam. Kunjungan DKI-1 ke rumah Habib Rizieq pun menarik perhatian beberapa pihak, seperti Refly Harun.
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengunjungi agenda pertemuan kedua belah pihak yang lama tak berjumpa ini.
Refly Harun mulanya menyoroti pernyataan Tengku Zulkarnain yang mengatakan tidak ada topik pembahasan khusus dalam pertemuan mereka.
Pasalnya, keempat orang di sana hanya sekadar berbincang sembari minum teh bersama.
Refly Harun mengatakan, pembahasan sudah tak lagi penting dalam pertemuan awal usai Habib Rizieq pulang ke Indonesia. Sebab, yang paling penting menurut Refly adalah pesan simboliknya.
"Kadang-kadang pertemuan itu tidak penting membicarakan apa, yang paling penting adalah pesan simboliknya," kata Refly dilansir dari tayangan di Kanal YouTube-nya, Rabu (11/11/2020).
Bukan tidak mungkin, Refly Harun mengaitkan jasa Habib Rizieq untuk pemenangan Anies Baswedan dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu.
"Anies Baswedan tentu tidak akan lupa jasa Habib Rizieq yang menggerakkan momen 212 tahun 2016," ujar Refly.
Kemudian, Refly Harun menjelaskan soal peranan Habib Rizieq yang membawa Anies Baswedan menjadi urutan pertama. Padahal namanya sebelumnya kalah saing dengan calon-calon lainnya.
Baca Juga: Reuni Akbar 212 di Monas Belum Masuk Agenda Besar Pemprov DKI
"Dan momen-momen ketika angin kanan berhembus dengan kencang [Bantuan Habib Rizieq], itu yang membuat Anies di urutan ketiga menyeruak menjadi urutan kedua setelah putaran pertama. Pada putaran kedua dia bisa melaju kencang karena perahu kanan kencang juga jalannya," jelasnya.
"Di situ peran FPI dan Habib Rizieq sangat besar," imbuh Refly.
Lebih lanjut, Refly Harun mengatakan kala itu Anies Baswedan juga sempat bertandang ke kediaman Habib Rizieq di Petamburan.
Dia mengaku ingat betul Anies Baswedan menyinggung salat witir yang harus dilangsungkan dengan hitungan rakaat ganjil
"Saya ingat waktu itu dia mengumpamakan salat witir, katanya harus ganjil. Kalau tidak satu ya tiga karena waktu itu nomor urut dua Ahok berpasangan dengan Djarot. Sementara nomor satu AHY dan Sylvia Murni, ketiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno," tutur Refly.
Oleh sebab itu, Refly Harun lalu menerangkan bahwa sejak itu sudah terjalin sebuah aliansi yang barangkali bertahan sampai sekarang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!
-
Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi
-
Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik
-
Kedok Game Keluarga! Disney Timezone di Jakarta Ternyata Sarang Judi Beromzet Rp2,1 Miliar Sebulan