News / Internasional
Rabu, 11 November 2020 | 17:12 WIB
Kondisi di kotamadya Gigmoto, Pulau Catanduanes, usai dihantam topan Goni. (BBC/ Palang Merah Filipina)

Suara.com - Ribuan orang di Filipina dievakusi setelah sebuah topan kembali melanda negara yang baru saja dihantam badai terkuat tahun ini, Goni, kurang dari dua pekan lalu.

Menyadur Channel News Asia, evakuasi dilakukan pada Rabu (11/11), saat topan Vamco diperkirakan akan merumput di Pulau Catanduanes, yang sebelumnya terkena amukan juga Goni, sebelum badai itu mendarat di pulau terpadat di Luzon pada Rabu malam atau Kamis pagi.

Badan cuaca memperkirakan angin kencang dan hujan lebat akan melanda beberapa bagian tengah dan selatan pulau Luzon.

Juru bicara Pertahanan Sipil regional Gremil, Alexis Naz, mengatakan sekitar 50.000 orang yang tinggal di jalur topan akan diperintahkan untuk meinggalkan rumah, menuju tempat evakuasi.

Wilayah Bicol, yang akan dilintasi topan Vanco saat menuju Manila, disebutkan masih belum pulih dari badai mematikan Molave dan Goni, yang menewaskan puluhan orang dan menyebabkan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal.

Sementara upaya evakuasi di Caranduanes dilaporkan menjadi rumit, mengingat wilayah ini belum sembuh dari hantaman Goni.

Sejumlah wilayah di Filipina juga masih dibiarkan tanpa aliran listrik hingga layanan telekomunikasi setelah topan Goni merobohkan saluran listrik, menghancurkan rumah, dan jalan banjir.

"Sepertinya kami sedang dalam pemilihan 1 persen dan kemudian Ulysses (nama Filipina untuk Vamco) akan datang," ujar Joseph Cua, Gubernur Catanduanes.

"Saya berharap orang-orang tidak akan pernah bosan membantu kami," sambungnya.

Baca Juga: Kronologi 3 Warga Bintan Tertular Covid-19 Dari WNA Filipina

Topan Vamco, kata peramal cuaca, dapat berhembus dengan kecepatan 130 hingga 155 km per jam sebelum mendarat.

Badai ini diperkirakan akan membuat manila dan provinsi-provinsi terdekatnya diguyur hujan lebat.

Dinas cuaca memperingatkan kemungkinan terjadinya banjir, tanah longsor, dan badai beberapa meter di sepanjang pantai timur dan Manila.

Negara di Asia Tenggara ini rata-rata dilanda 20 badai dan topan setiap tahunnya, yang berujung pada rusaknya tanaman petani, rumah, infrastruktur dan membuat jutaan orang makin terjerumus ke jurang kemiskinan.

Load More