Suara.com - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menjadi salah satu tokoh yang menerima penghargaan Bintang Mahaputera dari Presiden Joko Widodo.
Akan tetapi, Gatot memilih tidak hadir dalam seremonial di Istana itu, Rabu (11/11/2020).
Atas ketidakhadirannya itu, Gatot sempat mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo.
Dilansir dari hops.id -- jaringan Suara.com, pemerintah melalui Menkopolhukam Mahfud MD menjelaskan keberadaan Gatot Nurmantyo.
Awalnya, Gatot diundang ke Istana untuk diberikan Bintang Mahaputera atas jasanya sebagai mantan Panglima TNI 2015-2017.
Akan tetapi, Gatot tidak berkenan hadir dalam acara penyematan tersebut.
“Dari sekian banyak yang dianugerahi, ada yang tidak hadir yaitu Bapak Gatot Nurmanyo. Tetapi dalam suratnya itu, menyatakan menerima,” kata Mahfud di Istana Negara seperti disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden.
Mahfud menambahkan, Gatot tidak bisa hadir ke Istana karena alasan masih berlangsungnya pandemi covid-19.
Meski tidak datang, bukan berarti Gatot menolak penghargaan Bintang Mahaputera dari Jokowi. Mahfud menjelaskan bahwa negara akan mengirimkan anugerah tersebut ke kediaman Gatot.
Baca Juga: Pandemi Covid-19, Peredaran Narkoba di Medan Meningkat
“Tapi dalam suratnya, Pak Gatot menyatakan menerima pemberian bintang jasa ini tetapi beliau tidak bisa hadir karena beberapa alasan, pertama ini suasana Covid-19,” kata Mahfud lagi.
Di sisi lain, salah seorang deklarator KAMI, Marwan Batubara menyebut penghargaan itu merupakan upaya pemerintah melemahkan semangat oposisi.
Dirinya mengklaim sebagian besar anggota KAMI sepakat agar Gatot menolak pemberian penghargaan dari Presiden.
"Pemberian penghargaan secara tiba-tiba dan timing tidak jelas, artinya memang ada motif tersembunyi atau cara untuk menaklukkan musuh,” kata Marwan.
Sementara itu Mahfud MD menegaskan bahwa penghargaan Bintang Mahaputera biasa diberikan kepada tokoh yang pernah menjabat sebagai pimpinan lembaga tinggi negara.
Dalam hal ini, tidak terkecuali Gatot selaku mantan Panglima TNI periode 2015-2017.
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah
-
EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA
-
Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA
-
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa
-
Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi
-
Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun
-
JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka
-
Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan
-
Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz