Suara.com - Ustaz Maaher At-Thuwailibi membagikan audio suara ulama Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha yang ceramah soal berkah kata 'lonte'.
Melalui akun Twitter @ustadzmaaher_, Maaher mengunggah video berisi potongan ceramah Gus Baha yang menyebut adanya keberkahan dari sebutan lonte bagi orang nakal.
Dalam video berisi potongan ceramah yang diunggah oleh Maaher tersebut, Gus Baha membahas mengenai lonte yang dianggap menjijikkan namun membawa berkah.
Potongan ceramah tersebut viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.
Berikut potongan ceramah Gus Baha dalam video yang diunggah Maaher tersebut.
"Contoh paling mudah semoga kita dapat berkah dari contoh ini. Sebetulnya dalam etika Jawa, berkah kebenaran orang nakal harus dikatakan sundal atau lonte
Itu kelontean dan kesundalan akan tabu terus, selama orang masih ngomong untuk lonte itu sundal, untuk WTS itu lonte atau sundal
Artinya apa, orang masih jijik atau merendahkan derajat mereka yang berprofesi sebagai lonte atau sundal. Dan ini baik bagi agama, bagi keberlangsungan moral. Karena masih ada yang menjijikkan proses yang salah
Meskipun kita sebagai ulama, sebagai tokoh masyarakat tentu mereka tetap kita kasih ruang untuk taubat, juga kita kasih hak-hak martabatnya sebagai manusia. Tapi kita akan tetap bilang itu lonte atau apa."
Baca Juga: Gus Miftah Kecam Aksi Ustaz Maaher Katai Nikita Mirzani Lonte
Meskipun video ceramah Gus Baha tersebut diduga terjadi jauh sebelum perseteruan Ustaz Maaher dan Nikita Mirzani, banyak warganet menjadikan videonya sebagai balasan untuk Maaher.
"Ulama besar NU (Gus Baha): harus kita katakan lonte!" ujar Maaher seperti dikutip Suara.com, Senin (16/11/2020).
Cuitan Maaher tersebut dinilai ambigu dan malah menuai kecaman keras dari publik. Banyak warganet menyayangkan sikap Maaher yang memantik keributan di kalangan ulama.
Belakangan, Maaher melontarkan cacian kepada Nikita lantaran tak terima Rizieq Shihab disebut sebagai habib tukang obat.
Bahkan, Maaher juga menyebut Nikita sebagai lonte dan mengancam akan mengepung kediaman Nikita dengan pasukan berjumlah 800 orang. Namun, ancaman tersebut tidak terjadi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok