Suara.com - Seorang petugas polisi Pakistan banjir pujian setelah menjadikan putri kandungnya sebagai umpan dalam sebuah operasi penangkapan pelaku pemerkosaan.
Menyadur Gulf News, Asisten Sub-Inspektur (ASI) Muhammad Bux Buriro bajir pujian atas "upaya cerdas dan berani" untuk menangkap pria yang dituduh memerkosa seorang wanita dan anak perempuannya.
Buriro mempertaruhkan nyawa putrinya sendiri sebagai umpan untuk menangkap penjahat yang telah menculik dan memerkosa Alisha, seorang bocah yang berusia lima tahun.
Penangkapan tersebut berawal dari laporan ibu Alisha kepada petugas yang mengaku akan membebaskan anaknya dengan syarat dia harus membawa gadis lain untuk mereka.
Buriro kemudian meminta putrinya bersama dengan ibu Alisha menelepon tersangka dan mengundangnya ke sebuah hotel di mana polisi menangkap satu tersangka dan menyelamatkan seorang gadis kecil pada hari Kamis.
Ibu korban berterima kasih kepada ASI karena telah menyelamatkan putrinya dengan mempertaruhkan nyawa anaknya sendiri.
Pelaku dituduh melakukan merudapaksa ibu dan putrinya yang berusia lima tahun selama dua hari setelah menipu mereka dengan tawaran pekerjaan di Kashmore.
Pengawas Senior Polisi Kashmore (SSP) Amjad Ali Shaikh mengkonfirmasi penangkapan tersangka dan mengatakan bahwa wanita dan putrinya sedang diperiksa secara medis dan mendapatkan perawatan.
Pada hari Jumat, pemerintah Sindh juga memuji keberanian dan keberanian polisi dan putrinya dalam penangkapan tersangka pemerkosaan di Kashmore.
Baca Juga: Bemo Rombongan Kondangan Jatuh ke Saluran Air, 22 Orang Tewas
"Tanpa keberanian ASI Bux, tidak mungkin menangkap hewan ini," kata juru bicara pemerintah Sindh Murtaza Wahab pada hari Jumat.
Untuk menunjukkan rasa hormat, pemerintah Sindh telah memutuskan untuk "menulis surat kepada Pusat yang merekomendasikan agar Buriro diberi penghargaan polisi tertinggi - Medali Polisi Quaid-i-Azam," katanya.
ASI Burito juga akan dianugerahi penghargaan keberanian dari pemerintah provinsi serta menanggung biaya pendidikan putrinya dan uang tunai 1 juta rupee.
Kasus meningkat
Meningkatnya laporan kasus pemerkosaan di Pakistan telah memicu protes dan warga menuntut tindakan segera dan para aktivis menyerukan reformasi peradilan untuk memastikan keselamatan warga negara.
Menyusul kemarahan di media sosial, banyak politisi dan pejabat memperhatikan insiden tragis tersebut. Ketua Partai Rakyat Pakistan Bilawal Bhutto-Zardari mengatakan bahwa mereka sangat memperhatikan "insiden brutal", yang "mengejutkannya secara pribadi" dan "mempermalukan kemanusiaan".
Bilawal meminta pemerintah Sindh untuk memastikan bahwa para korban akan mendapatkan keadilan dengan biaya berapa pun dan pelakunya mendapatkan hukuman setimpal.
Menteri Hak Asasi Manusia Shireen Mazari mengatakan dalam sebuah tweet bahwa "kasus pemerkosaan Kashmore yang mengerikan menunjukkan meskipun ada hukum, pola pikir binatang terus merusak masyarakat kita, melanggar anak-anak kita" menambahkan bahwa "pemerintah Sindh harus memastikan penegakan hukum yang ketat."
Gubernur Sindh Imran Ismail menyebut insiden itu "memuakkan" dan mengatakan dia sedang mengejar kasus itu "untuk memastikan hukuman yang paling ketat bagi para penjahat" dan perawatan medis terbaik dan perawatan pasca trauma untuk korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend