Suara.com - Dalam salah satu ceramah yang berlangsung pada Sabtu (14/11/2020), Habib Rizieq Shihab beberapa kali menyebut term lonte dan sudah dapat diduga bakal memicu perdebatan.
Istilah tersebut disebut Habib Rizieq kemungkinan besar karena dia tersinggung dengan kritik seorang public figure terhadap kerumunan massa yang menyambut kepulangannya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 10 November 2020 lalu.
"Sepertinya kata lonte itu ingin menyindir sosok tertentu yang dikenal dengan cibiran lonte. Semacam berbalas pantun saling cibir," ujar analis politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, kepada Suara.com, Senin (16/11/2020).
Sasaran ucapan tersebut, menurut Adi, bukan hanya seorang public figure, melainkan juga kalangan yang sependapat dengan public figure.
"Kata lonte bukan hanya menyasar satu orang, tapi menyasar orang-orang yang mendukung sosok yang disebut lonte itu," kata Adi.
Ceramah Habib Rizieq untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dan penggalan videonya viral di media sosial.
"Ada lonte hina habib? Pusing pusing! Ampe lonte ikut-ikutan ngomong iyee," kata Habib Rizieq dilansir dari tayangan YouTube Front TV, Minggu (15/11/2020).
Ucapan tersebut disambut gemuruh jamaah. "Saudara, lanjut jangan?" kata Habib Rizieq yang kemudian dijawab jemaah, "lanjut."
"Tapi jangan berisik dong," kata Rizieq.
Baca Juga: Giliran Kiki The Potters Sebut Nikita Mirzani Lonte dan Main Dukun
Habib Rizieq baru pulang dari Arab Saudi pada 10 November setelah 3,5 tahun hidup dalam pengasingan di Arab Saudi.
Kembalinya Rizieq disambut ribuan pendukung yang berkumpul di sekitar bandara. Akibatnya, akses ke bandara macet parah, banyak calon penumpang terlambat, sejumlah aktivitas penerbangan terganggu. Konsentrasi massa pendukung Rizieq juga dikritik keras karena sebagian tidak menaati protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran corona. Kritik satir juga disampaikan artis Nikita Mirzani, belakangan muncul ancaman rumahnya akan didatangi pendukung Habib Rizieq.
"Saya nggak marah, cuma ada umat yang marah. Ngancam mengepung lonte. Eh polisi kalang kabut jagain lonte," ujar Habib Rizieq.
"Kacau, kacau" kata Habib Rizieq.
"Lonte hina habib dijaga polisi. Kacau tidak?"
"Mestinya lonte yang hina habib hina ulama, ditangkap, bukan dijagain. Polisi jawab, tapi ada ancaman habib. Makanya lu tangkap."
Tag
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
Terkini
-
DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru
-
Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific
-
Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?
-
Menaker Melepas Mudik Gratis Pelaku Usaha Warmindo
-
Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang
-
Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap
-
Update Arus Mudik H-3 Lebaran 2026: Tol Kalikangkung Tembus 3.000 Kendaraan per Jam
-
Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih
-
Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer, Desak Usut Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus
-
Koalisi Sipil Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diseret ke Sidang Militer: Ada Dugaan Aktor Lebih Besar