Suara.com - Ahli epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menilai negara yang menggunakan otorisasi penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin adalah bentuk kegagalan negara menangani pandemi.
Dicky menjelaskan, negara yang penanganan pandeminya baik pasti tidak akan menggunakan EUA dan lebih memilih menggunakan vaksin dengan prosedur normal.
"Sebagai praktisi dan peneliti pandemi sejak 2003, saya melihat opsi otorisasi penggunaan darurat (EUA) vaksin oleh suatu negara, mencerminkan atau berkaitan dengan gagalnya negara-negara tersebut dalam pengendalian pandeminya. Berbeda halnya dengan negara yang sukses, mereka memilih berhati-hati dan lakukan prosedur baku," kata Dicky, Rabu (9/12/2020).
Kemudian, Dicky menyebut program vaksinasi yang dilakukan oleh negara seharusnya dilakukan secara sukarela tanpa paksaan jika komunikasi bencana terhadap warganya sudah sukses sejak awal.
"Negara-negara yang sukses kendalikan pandemi covid-nya melakukan prinsip voluntary ini," katanya.
"Salah satu upaya meningkatkan trust masyarakat adalah dengan contoh langsung. Pejabat publik dan tokoh bisa menjadi penerima vaksin pertama sekaligus membangun trust," sambungnya.
Dia juga mewanti-wanti Indonesia yang baru mengimpor vaksin Covid-19 buatan perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac Biotech karena vaksin ini belum ada laporan efikasinya yang jelas.
Sejauh ini baru tiga vaksin yang merilis efektivitas lebih dari 90 persen, antara lain Moderna-NIAID, Pfizer-Biontech dan Astrazeneca-Oxford.
"Selain syarat pertama adanya vaksin yang terbukti aman dan punya efikasi yang memadai dan optimal, maka keberhasilan program vaksinasi juga tergantung pada cakupan vaksinasi yang tinggi, serta angka reproduksi yang rendah. Ketiganya tidak bisa diabaikan," tutur Dicky.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Air, Bisa Jamin Tekan Angka Infeksi?
Sebelumnya, pemerintah mengimpor 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac Biotech yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dari Beijing, China pada Minggu (6/12/2020) malam.
Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan akan menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) agar vaksin ini bisa segera disuntikkan kepada tenaga medis yang menjadi prioritas pertama.
Pemerintah juga tengah mengupayakan agar pada awal Januari 2021 mendatang, sebanyak 1,8 juta dosis vaksin lainnya bisa didatangkan.
Berita Terkait
-
Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Air, Bisa Jamin Tekan Angka Infeksi?
-
Terpapar COVID-19, BRAy Prabukusumo Adik Ipar Sultan HB X Meninggal Dunia
-
Jubir Satgas Covid-19: Vaksin Sinovac Tunggu izin EUA dari BPOM
-
Kenaikan Kasus di 19 Provinsi, Jubir Satgas Covid-19: Ini Harus Dievaluasi
-
Tambah 1.174 Orang, Kasus Corona DKI Jakarta Mencapai 146.601 Pasien
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat
-
Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Demo Agustus, Syahdan Husein Soroti Kasus Aparat Bunuh Anak di Tual
-
Gus Ipul Bocorkan Rencana Kemensos untuk Jangkau Ratusan Ribu Lansia dapat MBG Tahun Ini
-
KPK Ungkap Modus Budiman Bayu Sembunyikan Uang Gratifikasi Rp5,19 Miliar
-
KPK Ungkap Kasus Korupsi Bea Cukai Pengaruhi Maraknya Rokok Ilegal
-
Terungkap! Ini Alasan KPK Langsung Tangkap Kasi Intel Cukai
-
Demo di Mabes Polri, Mahasiswa UI Sindir Polisi Berpeci dan Berkerudung: Tak Bisa Pikat Hati Kami!
-
Ratusan Mahasiswa UI dan UPNVJ Mulai Datang! 'Polisi Pembunuh' Menggema di Depan Mabes Polri
-
Seskab Teddy Bantah Keras Isu MBG Habiskan Anggaran Pendidikan: Narasi Keliru!
-
Langgar Kidul: Kisah di Balik Tembok Cikal Bakal Muhammadiyah