Suara.com - Tim penyelidikan yang sudah dibentuk Komnas HAM untuk mengungkap kasus kematian enam pengikut Habib Rizieq Shihab mulai bekerja. Banyak kalangan berharap hasil kerja mereka dapat membuat kasus tersebut terang benderang.
Hingga dua hari setelah penembakan yang dilakukan polisi terhadap enam pengikut Habib Rizieq, kronologis kejadiannya masih menjadi spekulasi. Data yang disampaikan FPI dan polisi berbeda. Masing-masing mengklaim menjadi pihak yang diserang.
Baru-baru ini, FPI kembali merilis temuan mereka untuk "menandingi" keterangan yang disampaikan polisi, antara lain berdasarkan temuan tim ahli yang didatangkan FPI untuk memeriksa jenazah keenam laskar.
Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan di setiap tubuh jenazah ditemukan lebih dari satu lubang peluru.
"Tembakan terhadap para syuhada tersebut memiliki kesamaan sasaran, yaitu semua tembakan mengarah ke jantung para syuhada," kata Munarman.
"Menurut ahli yang hadir dalam pemandian jenazah, tembakan ke arah jantung para syuhada tersebut ada yang dilakukan dari depan, bagian dada dan ada yang dilakukan dari belakang."
Munarman juga mengungkapkan ditemukan pula bekas siksaan pada tubuh korban.
"Sebagian besar para syuhada, terdapat tanda tanda bekas penyiksaan," katanya.
Penembakan terjadi ketika para laskar sedang mengawal rombongan Habib Rizieq Shihab dan keluarga menuju tempat pengajian pada Senin (7/12/2020), dini hari.
Menurut keterangan polisi, aparat mengambil tindakan tegas karena diserang laskar dengan senjata api. Tetapi keterangan tersebut dibantah keras oleh FPI. Mereka menyangkal menyerang petugas yang sedang melakukan penyelidikan, apalagi dikatakan memakai senjata api.
Tetapi dalam konferensi pers, Polda Metro Jaya menyatakan memiliki bukti adanya senjata api yang digunakan laskar FPI pengawal Habib Rizieq.
"Rakitan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus.
Yusri mengatakan senjata api rakitan tersebut menggunakan kaliber 9 milimeter. Polisi masih melakukan uji balistik terhadap senjata tersebut.
"Sekarang sedang mendalami semua, mengumpulkan bukti-bukti yang ada termasuk juga kita lakukan olah TKP dan uji balistik," katanya.
"Penyidik sudah memiliki bukti kuat bahwa si pelaku itu adalah pemilik daripada senjata api tersebut. Tetapi buktinya apa ini masih didalami, masih dilakukan investigasi lagi, nanti akan kita sampaikan kalau investigasinya sudah lengkap."
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?
-
Celios: Konversi Motor Listrik Tingkatkan Efisiensi Energi dan Ekonomi Lokal
-
3 Pendamping PKH Kemensos Dipecat, Gus Ipul Sentil ASN Sia-siakan Kesempatan
-
Lalu Lintas Tol Regional Nusantara Tembus 2,6 Juta Kendaraan hingga H+3 Lebaran 2026
-
Gus Ipul Sentil Ada ASN Kemensos Cuma 'Haha-Hihi' saat Jam Kerja
-
Dikabarkan Menyerah dan Merapat ke Solo, dr Tifa Beri Jawaban Menohok Lewat 'Senjata' Baru!
-
Percakapan Rahasia Pangeran MBS ke Trump: Teruskan Perang, Hancurkan Iran
-
Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran
-
Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025
-
Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran