Suara.com - Gerakan sukarela warganet Indonesia, KawalCOVID19 merasa dicatut tanpa izin oleh Pemerintah dalam pidato Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada 13th Bali Democracy Forum (BDF) di Nusa Dua, Bali, Kamis (10/12/2020).
KawalCOVID19 menegaskan bahwa gerakan ini adalah gerakan non-partisan yang tidak memiliki kerja sama apapun dengan pemerintah.
Mereka bekerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat sipil, media, para ahli dan pemerhati Covid-19 serta didukung relawan kreatif dan IT dalam pembuatan konten dan materi edukasi tentang Covid-19.
"Kami adalah nonpartisan dan tidak memiliki kemitraan apa pun dengan pemerintah maupun politisi. Independensi adalah hal paling berharga yang dapat kami tawarkan, baik kepada pembuat kebijakan maupun publik," tulis @KawalCOVID19.
Mereka menyayangkan Menteri Retno menggunakan logo KawalCOVID19 tanpa izin di dalam forum kerja sama tahunan negara-negara demokrasi di Asia tersebut.
"Apabila ada pihak-pihak yang ingin menggunakan logo dan nama kami dalam materi komunikasinya, mohon menghubungi Tim KawalCovid19 via jalur-jalur media sosial kami," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menjelaskan, logo tersebut hanya salah satu contoh partisipasi publik dalam penanganan pandemi corona yang diperbolehkan sebagai bentuk demokrasi oleh pemerintah.
"Mungkin yang perlu dicermati pada saat pidato Menlu tadi disampaikan bahwa di Indonesia terdapat ruang bagi LSM dan media untuk mengkritisi pemerintah, contoh yang diberikan ada beberapa. jadi tidak dikaitkan dengan satu kerja sama tertentu," kata Faizasyah saat dikonfirmasi Suara.com, Kamis (10/12/2020).
Dalam pidatonya sendiri, Retno menyampaikan bahwa partisipasi publik dalam demokrasi sangat berpengaruh dalam penanganan pandemi, hal itu diucapkannya di hadapan 25 duta besar dari negara yang menganut paham demokrasi.
Baca Juga: Bertemu Menlu Inggris, Retno dan Erick Bahas Kerja Sama Vaksin Covid-19
"Keterlibatan dengan semua pemangku kepentingan merupakan faktor kunci lain dalam membangun kepercayaan. Media dan lembaga sosial masyarakat (LSM) melakukan check and balance untuk langkah-langkah pemerintah dan kinerja respons pandemi," kata Retno.
"Masyarakat sipil kita yang kuat telah secara aktif terlibat dalam mengawasi pekerjaan pemerintah, termasuk melaksanakan inisiatif pengawasan Covid-19, atau dalam bahasa Indonesia kita sebut inisiatif KawalCOVID19, bersama kita lanjutkan transparansi dan keterlibatan masyarakat untuk memulihkan kepercayaan sosial dan memastikan demokrasi berjalan selama pandemi," sambung Retno sambil menampilkan logo KawalCOVID-19.
Berita Terkait
-
Bersiap Divaksin, 1,2 Juta Vaksin Buatan China Tiba di Indonesia
-
1,2 Juta Vaksin Covid-19 Buatan China Tiba di Indonesia
-
RI Berharap AS Jadi Mitra Penting dan Strategis di Kawasan Indo-Pasifik
-
Soroti Kejahatan Lintas Batas, Menlu: Negara Tidak Bisa Mengatasi Sendirian
-
Habib Rizieq Pulang, Fadli Zon Usul Dubes RI untuk Arab Saudi Dicopot
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?