Suara.com - Istilah omongan adalah doa, memang tak begitu asing terdengar di telinga masyarakat. Nasehat yang paling sering dilontarkan oleh orangtua pada anaknya, agar lebih berhati-hati saat berucap. Karena tak jarang, perkataan tersebut bisa benar-benar terjadi.
Seperti kisah pemilik akun Twitter satu ini. Akun @menggauli_ menceritakan dirinya yang baru saja mengalami kecelakaan setelah mengunggah sebuah cuitan.
"Percuma bayar BPJS kalo nggak meninggal (minimal kecelakaan beruntun)," cuitnya pada Senin (14/12/2020).
Selang satu hari setelah cuitannya itu, dirinya dikabarkan mengalami kecelakaan hingga dibawa ke rumah sakit.
Dirinya pun langsung mengunggah foto dari cuitan itu dan foto saat dirinya kecelakaan.
"Ya Allah nggak nyangka ramai banget. Maaf nggak maksud takabur itu pas kemarin ngetweet, aku tweet itu karena lihat komenan di Instagram gitu lucu. Eh malah kejadian benaran. Aku juga nggak punya BPJS sebetulnya. Hati-hati semua, ini benaran kejadian bukan cuman demi konten dan makasih semua doanya ya," jelas dirinya.
Pemilik akun @menggauli_ menyebut dirinya tak bermaksud takabur terhadap perkataan yang dia cuitkan itu.
Alhasil unggahan itu pun menarik perhatian warganet hingga lebih dari 29,5 ribu suka dan 2,2 retweet menghiasi cuitannya itu.
Banyak diantara mereka memiliki pengalaman dan cerita yang sama dengan pemilik akun @menggauli_.
Baca Juga: Heboh! Pria Medan Dicoret dari Kartu Keluarga, Diumumkan Lewat Koran
"Sumpah aku pernah ngalamin sendiri kalau omongan adalah doa. Pas di jalan kayak ngomong sendiri gitu 'kok sudah lama ya nggak lihat orang kecelakaan'. Nah beberapa kilometer langsung ngelihat orang kecelakaan. Terus ngebatin 'ini gelap, kalau ada orang nyebrang aku tabrak gimana ya', langsung ada anjrr," cerita akun @dowoonxyz.
"Langsung dikabulin sama Allah," balas akun @ininina8.
"Aku iya. Sekitar pukul 5.30 bikin story biar jadi motivasi semangat. Eh pas naik motor sekitar pukul 6.30 jatuh benaran dari sepeda motor," ungkap akun @rahasia_ilahi_.
"Jadi ingat waktu UN ditanya guru bawa handphone apa nggak? Gue jawab nggak. Eh pulang-pulang handphone gue benaran hilang bang***," ujar akun @Lemmebey00urs.
"Cepat sembuh ya, lain kali dipikir-pikir dulu kalau mau ngetik," nasehat akun @criedisaster.
Berita Terkait
-
Viral! Proyek Jembatan Bambu di Ponorogo Ini Nilainya Rp 199 Juta
-
Geger Pancasila Versi Negara Wakanda Ala Rahma Sarita, Begini Isinya
-
Heboh! Pria Medan Dicoret dari Kartu Keluarga, Diumumkan Lewat Koran
-
Viral, Kades di Klaten Bayar Makan Pakai Sepasang Sepatu
-
Viral, Bule Ngakak Lihat Adegan Jatuh dari Lantai 2 di Sinetron Indonesia
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya
-
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!