Suara.com - Menjelang hari Natal, kerap kali muncul perdebatan tentang boleh atau tidaknya seorang muslim mengucapkan selamat Natal kepada mereka yang merayakan.
Pada 2017 lalu, beredar klaim yang menyebut Ustaz Felix Siaw mengatakan, seorang Muslim yang mengucapkan selamat Natal wajib hukumnya dipenjara. Sebab, mengucapkan selamat Natal diklaim merupakan bagian dari penistaan agama Islam.
Klaim itu beredar di berbagai platform media sosial. Di Facebook, klaim tersebut dibagikan oleh akun NKRI Harga Mati pada 20 Desember 2017. Dia mengambil sumber dari situs republiknkri.org yang kini tidak lagi bisa ditemukan.
Selain itu, situs lensa.nws.blogspot.com juga membagikan klaim serupa. Dalam situs tersebut, terdapat artikel yang terbit pada Rabu, 22 Desember 2017, berjudul "Umat Islam Yang mengucapkan 'selamat natal' Wajib Dipenjara Karena Menista Agama Islam".
Artikel itu menuliskan, muncul video Felix Siauw yang membahas soal natal dan di dalamnya terdapat tudingan-tudingan sangat berbaya.
Dalam artikel itu juga disertakan link video yang langsung terhubung ke video berjudul "Sikap Muslim Terhadap Natal", unggahan kanal YouTube Felix Siaw pada 16 Desember 2017.
Lantas benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- Jaringan Suara.com, klaim yang menyebut Ustaz Felix Siauw mengatakan umat muslim yang mengucapkan kata 'selamat Natal' wajib dipenjarakan karena menistakan agama Islam itu keliru.
Baca Juga: Kabar Pemerintah Jerman Siap Bantu Bebaskan Habib Rizieq, Begini Faktanya
Pasalnya, dalam videonya Felix Siauw tidak mengeluarkan pernyataan sebagaimana diklaim oleh situs tersebut.
Disimak Suara.com dari tayangan berjudul "Sikap Muslim Terhadap Natal", Felix Siauw memaparkan soal hukum mengucapkan selamat Natal.
Felix Siauw mengatakan, menjelang Desember atau hari raya umat Kristiani, orang-orang Islam sering dituding tidak toleransi.
"Setiap kali menjelang Desember, umat Islam dituding umat yang tidak bertoleransi beragama, apalagi ketika masuk penghujung desember seolah-olah kaum Muslim yang dinggap bertoleransi harus mengucapan selamat kepada hari raya agama lain," kata Felix Siauw seperti dikutip Suara.com.
Felix Siauw menjelaskan asal muasal perayaan Natal yang menurut dia dimaksudkan untuk memperingati kelahiran Yesus.
Hal ini yang kemudian kata Felix Siauw menjadi bermasalah. Sebab, umat Islam tidak meyakini Yesus sebagai Tuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
-
Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng
-
BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?
-
Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah
-
Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut
-
Dinilai Lebih Hemat, Bisakah Energi Surya Gantikan PLTD dan Kurangi Impor BBM?
-
Hilang 2 Hari, Mobil Boks Curian Tiba-Tiba Muncul Terparkir di Jalan S Parman
-
Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?
-
Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu
-
KPI Dorong Perempuan Jadi Pengawas Kebijakan Publik, Bukan Sekadar Partisipan