"Pertama saat kita membahas natal, natal hari raya umat kristiani, merayakan kelahiran Yesus, tuhan mereka. Ini kemudian menjadi suatu bermasalah karena mereka merayakan Tuhan Yesus. Sedangkan dalam Islam posisi Yesus bukan sebagai Tuhan tapi nabi dan rasul. Karena itu bertentangan dengan keyakinan Muslim," terang Felix Siauw.
"Oleh sebab itu ketika seseornag mengucapkan selamat Natal, intinya dia mengucapkan sesuatu yang berbeda dari keyakinan. Ini salah," tegasnya menambahkan.
Menurut Felix Siauw, apapun alasannya, mengucapkan atau bahkan ikut merayakan Natal tidak dibenarkan dalam Islam.
"Kalau ada yang beralasan cuma selamat, ini juga sesuatu yang sama, meski esensinya berbeda. Tapi pada intinya kita bisa mengetahui setiap tahun baru itu syiar agama. Dan kita membantu syiar agama keyakinan yang kita tidak meyakini bahwa Allah itu esa, ini tidak dibenarkan," ujarnya.
Lebih lanjut Felix Siauw memberi saran agar umat Islam tetap diam saja. Membiarkan umat Kristini beribadah sebagaimana mereka yakini.
Pasalnya, toleransi dalam kacamata Felix Siauw bukan ikut larut dalam keyakinan orang lain, tetapi berdiri dengan keyakinan sendiri, dan membiarkan orang lain tetap berpegang pada keyakinannya.
"Setiap muslim apabila menghadapi hari raya umat lain, dia berdiam diri. Dia tidak mengucapkan selamat dan tidak ikut-ikutan dalam perayaan. Ini yang disebut toleransi dalam Islam. Ulama juga bersepakat," ungkap Ustaz Felix Siauw.
"Toleransi bukan ikut larut dalam keyakinan orang lain, bukan ikut-ikutan, tapi adalah meyakini apa yang kita yakini, kita berdiri dengan apa yang kita yakini, lalu kita biarkan orang lain melakukan keyakinannya tanpa menggangu sedikit pun.
Bukan berarti kami tidak merayakan, kami tidak mengucapkan, lantas kami membenci agama anda. Tidak sama sekali, kita mengakui adanya Yesus," tandasnya.
KESIMPULAN
Baca Juga: Kabar Pemerintah Jerman Siap Bantu Bebaskan Habib Rizieq, Begini Faktanya
Dari rekaman video di atas dapat disimpulkan bahwa Ustaz Felix sama sekali tidak mengatakan umat Islam yang mengucapkan selamat Natal wajib dipenjara karena menistakan agama.
Oleh sebab itu, klaim tersebut salah dan termasuk dalam disinformasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus