News / nasional
Dany Garjito | Hernawan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan akan menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima vaksinasi COVID-19, apabila sudah ada izin dari BPOM. [Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden]

Suara.com - Reshuffle Kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi pada Rabu (22/12/2020) mengundang reaksi pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Deputi Balitbang Partai Demokrat, Syahrial Nasution, ikut mengomentari terpilihnya 6 menteri baru Presiden Jokowi ini.

Syahrial Nasution mengatakan, reshuffle ibarat bursa dan kini menurut dia sudah jelas siapa bohir sebenarnya.

Perlu diketahui, bohir seringkali diidentikkan dengan penyedia pendanaan atau investor dalam dunia politik.

Baca Juga: Mardani Ali Sera PKS Kritik Risma soal Rangkap Jabatan: Jelas Tidak Bagus

"Ibarat bursa, reshuffle kabinet kemarin menjelaskan siapa bohirnya," kata Syahrial Nasution lewat jejaring Twitter miliknya, Kamis (24/12/2020).

Syahrial Nasution kemudian menyinggung masuknya Sandiaga Uno yang menurut dia konon katanya tidak mendapat restu Prabowo Subianto dan terpilihnya Muhammad Lutfi dengan mengabaikan Megawati Soekarnoputri.

"Konon, Sandiaga Uno ke kabinet bukan lewat restu Prabowo. Kembalinya Muhammad Lutfi ke posisi Mendag, mengabaikan Megawati," tukas dia.

Lebih lanjut, Syahrial Nasution menyoroti potret lawas Erick Thohir, Sandiaga Uno, dan Muhammad Lutfi.

Syahrial Nasution menerangkan, ketiga sosok yang kini sama-sama menjabat menjadi menteri itu merupakan cerminan kebutuhan logistik Presiden Jokowi.

Baca Juga: Prabowo-Sandi Gabung Pemerintah Jokowi: "Cebong dan Kampret Kecewa"

"Trio ET (Erick Thohir), Sandiaga Uno, Muhammad Lutfi, cerminan kebutuhan logistik Jokowi di tengah kesulitan ekonomi akibat Covid-19," tandasnya.

Komentar