Suara.com - Jalan tol atau jalan bebas hambatan pertama di Indonesia adalah tol Jagorawi yang mulai resmi beroperasi pada tahun 1978 lalu. Setelah itu, di sepanjang masa pemerintahan Orde Baru, beberapa ruas tol lainnya sempat dibangun, rata-rata masih di sekitar Jakarta-Bandung, plus di Semarang, Surabaya (ruas tol awal) dan Medan.
Namun pada era berikutnya, puluhan ruas tol lainnya lantas dibangun lebih cepat dan segera pula mulai beroperasi. Jalan-jalan bebas hambatan itu kini membentang lebih jauh tidak saja di Pulau Jawa, tapi juga bertambah signifikan di Sumatera, Bali, hingga Kalimantan dan ujung Sulawesi.
Dalam beberapa tahun belakangan pun, khususnya di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, ada banyak sekali ruas jalan tol yang diresmikan dan beroperasi, selain yang masih digarap dan akan dibangun. Dua di antara rangkaian yang menjadi fokus adalah jalan tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera.
Di Jawa, salah satu yang menonjol adalah ketika pada tahun 2018 tol Trans Jawa dari Merak hingga Grati, Pasuruan, resmi tersambung saat Presiden Jokowi meresmikan 7 ruas tol sekaligus dalam satu hari. Momen itu terjadi pada 20 Desember 2018.
Pada 2019, kembali diresmikan ruas tol yang tersambung dengan tol Trans Jawa, yaitu Pasuruan-Probolinggo dengan panjang 45 kilometer. Saat ini pun, pembangunan lanjutannya masih berlangsung yaitu untuk ruas tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 164 kilometer yang direncanakan rampung pada 2021.
Di Sumatera, dalam proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera, pemerintah bertekad membangun jaringan jalan bebas hambatan itu dari ujung selatan hingga ujung utara dengan total panjang 2.765 kilometer. Targetnya dapat beroperasi pada akhir tahun 2024, di mana saat ini sudah ada beberapa ruas tol tambahan yang telah beroperasi.
Salah satu momentum untuk proyek ini adalah ketika pada 2015 Presiden Jokowi menerbitkan Perpres Nomor 17 berisi penambahan ruas tol yang perlu dibangun di Sumatera, dengan jumlah menjadi 24 ruas tol. Meski dalam Perpres tersebut tidak diatur kapan jalan tol Trans Sumatera harus selesai atau rampung, namun Jokowi menargetkannya pada tahun 2024.
Secara keseluruhan di berbagai wilayah di Indonesia, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sendiri disebutkan menargetkan pembangunan sepanjang 2.724 kilomter ruas tol baru hingga 2024. Bahkan lebih jauh, dalam salah sebuah dokumen Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR beberapa waktu lalu, pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan tol dengan panjang total 18.850 kilometer di seluruh Indonesia, meskipun sebagian adalah program untuk jangka panjang.
Yang jelas, pembangunan dan perampungan hingga peresmian beroperasinya ruas-ruas jalan tol sejauh ini masih terus berjalan. Dalam dua tahun terakhir saja (2019-2020) misalnya, setidaknya sudah ada 10 ruas jalan tol baru yang diresmikan dan mulai beroperasi, termasuk di dalamnya beberapa ruas tol di Jawa, ratusan kilometer di Pulau Sumatera, hingga di Kalimantan dan Sulawesi. Tahun 2021 juga sudah direncanakan akan diresmikan beberapa ruas tol lagi.
Jalan Trans Papua
Di luar jalan tol, proyek lain yang juga menonjol dan patut menjadi kebanggaan saat ini adalah jalan Trans Papua. Jalan yang membentang ribuan kilometer di Provinsi Papua dan Papua Barat itu sebenarnya sebagian di antaranya sudah dibangun sejak era Orde Baru sekitar tahun 1980-an, namun baru beberapa tahun belakangan benar-benar tersambung.
Untuk jalan Trans Papua yang berada di Papua Barat sendiri misalnya, panjangnya saat ini sudah mencapai lebih dari 1.070 kilometer, resmi tersambung pada 2018 lalu. Jalan Trans Papua di provinsi ini terdiri dari dua ruas, membentang dari Sorong ke Manokwari hingga batas Provinsi Papua.
Lalu di Provinsi Papua, ada 10 ruas jalan Trans Papua yang membentang. Hingga pertengahan 2019 saja misalnya, tinggal 30 kilometer jalan yang harus disambungkan dari total 3.259 kilometer Jalan Trans Papua di provinsi ini.
(Sumber tulisan disadur dari buku "Jalan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke" yang disusun oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR)
Berita Terkait
-
Pertumbuhan Properti Tangerang Jadi Magnet Ekspansi Industri Penunjang Hunian
-
Bikin Jantungan! Manuver Ekstrem Truk Trailer Putar Balik di Tol Semarang-Solo Nyaris Picu Tabrakan
-
Proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1B Capai 83 Persen
-
Viral Pemotor Bonceng Tiga Masuk Tol Batang, Cuek Lawan Arah di Sisi Kanan Jalan
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Dari OTT Muara Enim, KPK Sita Uang Rp 200 Juta, Mobil, dan Dokumen
-
Prabowo dan Strategi Merangkul Tokoh Buruh
-
Jusuf Kalla Temui Prabowo di Istana, Datang Bersama Putranya
-
JK Minta Waktu Temui Prabowo, Ungkap Hasil Obrolan 1 Jam di Istana Merdeka
-
Pramono Gertak Perundung Bocah 6 Tahun di Senen: Kalau Dia Pemegang KJP, Kami Tarik!
-
Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI
-
Bupati Muara Enim Diduga Perintahkan Anak Buah Suap BPK demi Ubah Hasil Audit
-
Mahasiswa Ancam 'Reformasi Jilid II' dalam 18 Hari, Begini Reaksi Kepala BIN
-
Ekonom Kritik Glorifikasi PSN, Pemerintah Lupa Hitung Risiko Pengangguran Kelas Menengah
-
UMKM Menjerit! Barcode BBM Subsidi Diblokir Tiba-tiba, PDIP Desak Pemerintah Transparan