Sementara itu, pelaku sabotase pendaftaran SNMPTN yang juga masih sahabatnya sendiri itu kini berhasil lolos di jurusan idaman.
"Alhasil ya dia gak kuliah deh sampai sekarang. Dia nangis banget sih asli, dia nangis cerita-cerita di kelas tapi ya bodo amat cuy," kata anak SMA pelaku sabotase.
"Gue gak keterima juga di SNMPTN, tapi keterima di SBMPTN yuhu," tandasnya sembari mengatakan bahwa dia melakukan itu demi masa depannya.
Kekinian, kisah yang dibagikan di Twitter tersebut telah menembus belasan ribu retweets dan disukai sekitar 4.300 orang. Simak kisah itu DI SINI.
Publik ramai-ramai meninggalkan komentar. Banyak dari mereka mengecam aksi sabotase yang dinilai sangat biadab ini.
"Ini tuh nyata ya? Kalau beneran, udah gue bejek-bejek teman kayak gitu. Susah payah 3 tahun sekolah, mau kuliah buat memperbaiki hidup, malah diancurin. Sakit jiwa!" kecam @wongkunhanggg.
"Gue jadi lu sih seumur hidup deg-degan karena nunggu karma deh kayanya. Hati-hati nder, kalau lu tiba-tiba ditimpa kemalangan, ga usah belaga 'Ya Tuhan salah apa gue kok dikasih cobaan kaya gini', karena u sendiri dah menanam sejak dini," timpal @ne0mune0mu.
"Kok bisa ya orang matiin 'impian' orang lain dan bangga dan baik-baik aja. Aku gak sengaja bikin salah ke orang lain kepikirannya bisa sampai seminggu padahal orangnya udah berlebihan," balas @mauraurus.
"Gue cuma mau bilang kalau lo manusia apa binatang," murka @nrhyanii.
Baca Juga: Jasa Kencan Tahun Baru Laris, Khoirul Anam Akhirnya Gandeng Cewek Berhijab
"Sekarang masih aman nder, tunggu tanggal mainnya itu semua balik ke kamu," sahut @vionaandiraa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004