Suara.com - Posko Ante Mortem-DVI RS Polri terlihat melakukan persiapan untuk kedatangan jenazah dan keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Minggu (10/1/2021) pagi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, persiapan dilakukan dengan mendirikan tenda di depan Posko Ante Mortem-DVI RS Polri.
Dilansir dari Antara, pemasangan tenda tersebut mulai dilakukan sejak Minggu pagi yang dikerjakan oleh sekitar enam orang.
Keberadaan tenda tersebut merupakan bagian persiapan Posko Ante Mortem-DVI RS Polri menerima kedatangan keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 untuk diambil data ante mortem.
Sementara itu, di Posko Ante Mortem-DVI RS Polri, masih terlihat sepi hanya terlihat beberapa pekerja yang sedang memasang tenda.
Selain itu, sekitar pukul 4.20 WIB terlihat beberapa orang yang mengendarai kendaraan maskapai Sriwijaya terlihat mendatangi Posko Ante Mortem-DVI RS Polri, namun hanya sebentar lalu pergi.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadli Imran menyatakan Posko Ante Mortem-DVI RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur telah mengidentifikasi fase pertama korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
Menurut dia, fase pertama yaitu mengambil manifes, daftar penumpang, foto-foto dari kamera "CCTV" untuk mengidentifikasi sekunder baik dari pakaian dan sebagainya.
Dia mengatakan sudah ada 20 orang pihak keluarga yang diantarkan pihak Kepolisian ke RS Polri, Kramat Jati.
Baca Juga: Tangisan Keluarga yang Selamat dari Tragedi Jatuhnya Sriwijaya Air
Pihak Kepolisian juga telah mengumumkan kepada keluarga korban untuk segera mempersiapkan data ante mortem yang dimiliki untuk diantarkan ke RS Polri.
Berita Terkait
-
Tangisan Keluarga yang Selamat dari Tragedi Jatuhnya Sriwijaya Air
-
Spesifikasi Sriwijaya Air Jatuh Boeing 737-524: Pesawat Berbadan Sempit
-
Sriwijaya Air Jatuh, Penjaga Pantai Temukan Seluncur Darurat Pintu Pesawat
-
Sriwijaya Air Jatuh, Direktur Utama Jefferson Irwin Jauwena: Pesawat Sehat
-
12 Kecelakaan Pesawat di Indonesia, Terakhir Sriwijaya Air Jatuh Kemarin
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
QRIS dan BI-FAST Jadi Senjata Perkuat UMKM, BI Dorong Pembiayaan Produktif
-
PSSI Harap-Harap Cemas! Klub Belum Kasih Izin, Justin Hubner Absen Bela Timnas Indonesia?
-
Review The Sweater: Pelajaran Sederhana tentang Berbagi dan Peduli
-
Bakal Heboh di Akhir Bulan Ini! Demon Slayer hingga Bloody Smart Siap Tayang di OTT CATCHPLAY+
-
Hadapi Kamboja Malam Ini, Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk John Herdman Putar Otak
-
Persebaya Pecundangi Persija, Bernardo Tavares Bongkar Kunci Sukses Patahkan Taktik Shin Tae-yong
-
AS dan Iran Hentikan Aksi Militer, Harga Minyak Anjlok 5 Persen!
-
4 Shio yang Hidupnya Jadi Lebih Mudah Mulai Hari Ini, Semua Tantangan Terlewati
-
Mojtaba Khamenei Tegas: AS Mau Damai, Suruh Israel Hentikan Serangan ke Lebanon
-
Revolusi Kecoak Gen Z India: Berawal dari Komentar Hakim Jadi Meme dan Gerakan Perlawanan