Suara.com - Negara-negara di belahan dunia menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atasnya jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182 dengan tujuan Pontianak.
Kementerian Luar Negeri Pakistan, Zahid Hafeez Chaudhri menyatakan turut berduka atas insiden tersebut dan berharap keluarga dan kerabat penumpang diberikan ketabahan.
"Kami menyampaikan simpati dan belasungkawa yang mendalam atas hilangnya begitu banyak nyawa yang berharga dalam kecelakaan tragis Sriwijaya Air, dalam perjalanan dari Jakarta ke Pontianak," tulis Zahid di akun Twitternya.
Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi juga ikut menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas kecelakaan pesawat pada hari Sabtu (9/1).
"Para korban dan keluarga mereka tetap di hati dan doa kami. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan kepada rakyat Indonesia di saat yang sulit ini." ujar Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab tersebut.
Raja Arab Saudi ikut mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Presiden Indonesia Joko Widodo atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.
"Kami telah mengetahui berita tentang jatuhnya pesawat penumpang di Jakarta Utara, dan kami kirimkan kepada Yang Mulia, dan keluarga almarhum dan saudara-saudara Indonesia kami turut berduka cita dan simpati yang tulus," ujar Raja Salman dikutip dari Saudi Press Agency.
Putra Mahkota Mohammed bin Salman juga mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Presiden Joko Widodo dan masyarakat Indonesia, disadur Arab News, Senin (11/1).
Sementara itu, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al-Khalifa menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Indonesia Widodo, keluarga para korban, dan masyarakat Indonesia, kantor berita negara BNA melaporkan.
Baca Juga: Keluarga Penumpang Sriwijaya Air: Ingin Segera Ketemu dan Cepat Dikubur
Kementerian luar negeri Yordania juga mengirimkan belasungkawa kepada keluarga para korban dan menegaskan dukungannya kepada Indonesia selama krisis, kantor berita negara Petra melaporkan.
Pemimpin salah satu negara besar Asia Selatan, India, Perdana Narendra Modi juga ikut menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas jatuhnya pesawat Boeing 737-500 tersebut.
"Belasungkawa yang terdalam untuk keluarga dari mereka yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan pesawat yang tidak menguntungkan di Indonesia. India berdiri bersama Indonesia di saat-saat duka ini." tulis PM India di akun Twitternya.
Kementerian Luar Negeri Turki menyampaikan dukacita atas kecelakaan pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).
Dalam keterangan tertulis yang dirilis melalui akun Twitter resminya pada Sabtu(9/1) malam, Kemlu Turki menyatakan duka mendalam atas jatuhnya pesawat tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Misteri Pengganti Febrie Adriansyah Terjawab, Mensesneg Sebut Nama Kuntadi
-
Jejak Elektronik Disita, KPK Bidik Peran Bobby Rizaldi dalam Skandal WTP Muara Enim
-
Detik-detik Bupati Gowa Pergi Saat Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dan Selingkuh
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat
-
Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?
-
Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika
-
Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia
-
Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?
-
Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel
-
Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus