Suara.com - Dua obat diketahui dapat mengurangi tingkat kematian hingga seperempat pada pasien dengan gejala paling parah Covid-19, akhirnya ditemukan.
Obat-obat anti-inflamasi ini, yang diberikan melalui infus, menyelamatkan satu nyawa untuk setiap 12 dari yang menerima perawatan itu, kata para peneliti yang telah melakukan uji coba di unit perawatan intensif Layanan Kesehatan Nasional di Inggris (NHS).
Persediaan obat-obat ini sudah tersedia di seluruh Inggris, sehingga dapat segera digunakan untuk menyelamatkan ratusan nyawa, kata para ahli.
Ada lebih dari 30.000 pasien Covid yang sedang dirawat di rumah-rumah sakit di Inggris - 33% lebih banyak daripada di bulan April lalu.
Pemerintah Inggris bekerja sama dengan produsen, untuk memastikan obat-obat itu - tocilizumab and sarilumab - terus tersedia untuk pasien-pasien di Inggris.
Selain menyelamatkan lebih banyak nyawa, pengobatan tersebut mempercepat pemulihan pasien dan mengurangi lamanya waktu yang dibutuhkan pasien yang kritis di dalam perawatan intensif hingga satu minggu.
Kedua obat tersebut tampak sama-sama bekerja dengan baik dan menambah manfaat yang sudah ditemukan dengan obat steroid terjangkau lain yang bernama dexamethasone.
Meskipun kedua obat tersebut tidak murah, dengan biaya sekitar £750 (Rp14,3 juta) hingga £1.000 (Rp 19 juta) per pasien, dibandingkan dengan biaya £5 (Rp95.000) untuk dexamethasone, keuntungan penggunaannya jelas - dan lebih murah daripada biaya per hari untuk perawatan intensif yang mencapai sekitar £2.000 (Rp38,1 juta), kata para ahli.
Punya 'dampak besar'
Peneliti utama, Profesor Anthony Gordon, dari Imperial College London, mengatakan, "Untuk setiap 12 pasien yang Anda tangani dengan obat-obatan ini, Anda berharap dapat menyelamatkan satu nyawa. Ini efek yang besar."
Baca Juga: Prancis dan Rusia Laporkan Varian Baru Virus Corona, dari Inggris?
Dalam uji coba REMAP-CAP yang dilakukan di enam negara berbeda, termasuk Inggris, dengan sekitar 800 pasien perawatan intensif:
- Hampir 36% pasien Covid-19 yang mendapat perawatan standar meninggal dunia
- Obat-obat baru tersebut mengurangi angka itu hampir seperempatnya, menjadi 27%, bila diberikan kepada pasien dalam waktu 24 jam setelah mereka memasuki perawatan intensif
Profesor Stephen Powis, direktur medis nasional NHS, mengatakan, "Faktanya bahwa sekarang ada obat lain yang dapat membantu mengurangi kematian bagi pasien dengan Covid-19 adalah berita yang sangat disambut baik dan merupakan suatu perkembangan positif dalam perjuangan berkelanjutan melawan virus itu."
Menteri Kesehatan dan Perawatan Sosial Matt Hancock mengatakan, "Inggris telah membuktikan berkali-kali bahwa Inggris berada di garis depan dalam mengidentifikasi dan menyediakan perawatan inovatif yang paling menjanjikan untuk pasien-pasiennya.
"Hasil hari ini adalah perkembangan penting lainnya dalam menemukan jalan keluar dari pandemi ini dan, ketika ditambahkan dengan pasokan vaksin dan perawatan yang sudah diluncurkan, akan memainkan peran penting dalam mengalahkan virus ini."
Obat tersebut meredam peradangan yang biasa memicu reaksi berlebihan pada pasien Covid dan menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan organ lainnya.
Para dokter disarankan untuk memberikannya kepada setiap pasien Covid yang, meskipun menerima dexamethasone, kondisinya memburuk dan membutuhkan perawatan intensif.
Tocilizumab dan sarilumab telah ditambahkan ke daftar pembatasan ekspor pemerintah, yang melarang perusahaan membeli obat-obatan yang ditujukan untuk pasien Inggris dan menjualnya dengan harga lebih tinggi di negara lain.
Temuan penelitian belum ditinjau atau dipublikasikan dalam jurnal medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran
-
Donald Trump Desak NATO Kirim Kapal ke Selat Hormuz
-
Nekat Mau Bunuh Donald Trump Sampai Rata dengan Tanah, Pria Massachusetts Ini Akhirnya Ditangkap
-
Selat Hormuz Dibuka Gratis untuk Kapal Malaysia
-
PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo