Suara.com - Ketua DPRD Jakarta Prasetio Edi Marsudi memutuskan untuk memperpanjang penutupan gedung dewan sampai 25 Januari 2021. Alasannya, Prasetio ingin mengikuti masa berlakunya aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diatur pemerintah pusat sampai tanggal tersebut.
Penutupan gedung DPRD awalnya dilakukan pada 4 Januari lalu. Sebab ada 15 orang yang terdiri dari staf, pegawai, hingga anggota dewan itu sendiri yang terpapar Covid-19.
Politisi PDI-P ini tak merincikan adanya ketentuan menutup gedung dalam aturan PPKM. Ia hanya ingin memperpanjang lockdown gedung berbarengan dengan diterapkannya PPKM.
"Nah saya mengikuti aturan pemerintah sampai tanggal 25 (Januari) saya ikuti aturan Pak Presiden," ujar Prasetio kepada wartawan, Senin (19/1/2021).
Kendati demikian, dalam PPKM tidak disebutkan secara rinci mengenai penutupan gedung kantor jika ada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Aturan penutupan gedung kantor sekarang ini di Jakarta merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI nomor 3 tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan Peraturan Daerah nomor 2 tahun 2021 tentang penanggulangan Covid-19.
Pada pasal 11 ayat 2 poin k disebutkan, dalam hal ditemukan pekerja terkonfirmasi Covid-19, dilakukan penutupan tempat kerja selama 3x24 (tiga kali dua puluh empat) jam dan melakukan disinfeksi ruangan secara menyeluruh, serta melaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi.
Lalu pada poin I tertulis dalam hal terjadi klaster penularan Covid-19, pengelola gedung melakukan penutupan 1 (satu) kesatuan area/gedung perkantoran selama 3x24 (tiga kali dua puluh empat) jam berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan.
Dalam aturan itu hanya diatur penutupan selama tiga hari. Lalu setelah dilakukan desinfeksi dan sterilisasi maka akan kembali dibuka gedung kantor tersebut.
Baca Juga: Ingin Jadi yang Pertama Divaksin Corona, Ketua DPRD DKI Tak Penuhi Syarat
Sesuai aturan PPKM, kantor masih dibolehkan buka, dengan catatan 75 persen pekerjanya harus bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Sementara 25 persen sisanya dibolehkan bekerja di kantor dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 yang ketat.
Meski ditutup sampai 25 Januari, Prasetio menyebut kegiatan kesekretariatan masih berjalan seperti biasa. Namun, ia tak menyebutkan soal agenda anggota DPRD.
Tak dirincikan apakah rapat akan tetap berjalan dengan lokasi yang dipindahkan atau semuanya ditunda sampai 25 Januari mendatang.
"Tapi kan secara sistem sekretariat fungsi jalan," pungkasnya.
Dari data yang diterima suara.com, daftar nama dewan yang terpapar adalah, M. H. Thamrin, Taufik Zulkifli, Yusriah Dzinnun dari Fraksi PKS; Yudha Permana, Abdul Ghoni, Ichwanul Muslimin dari Fraksi Gerindra, dan Jhony Simanjuntak dari Fraksi PDI Perjuangan.
Kemudian Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dewan (Sekwan), Hadameon Aritonang; Staf Sekwan, Ahmad; Driver Sekwan, Agus Riyanto, Kasubbag Paripurna, Fraksi, dan Pansos Nurbaini; dan Staf Keuangan, Hermansyah.
Berita Terkait
-
Ketua DPRD DKI Minta PPKM Diperpanjang Jika Kasus Covid Tak Kunjung Turun
-
Kantor Ditutup hingga 25 Januari, Ketua DPRD DKI: Ikuti Aturan Pak Presiden
-
Ingin Jadi yang Pertama Divaksin Corona, Ketua DPRD DKI Tak Penuhi Syarat
-
Gedung DPRD DKI Dilockdown Setelah 15 Orang Divonis Positif Corona
-
Kontroversi Soal Ujian Anies-Mega, Guru SMPN 250 Minta Maaf ke Megawati
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Ancaman Iran di Selat Hormuz: Harga Minyak Dunia di Ambang Krisis
-
Todong Pistol Mainan dan Aniaya Sopir Usai Senggolan di Jalan, Anggota TNI AD Diperiksa Denpom!
-
Di Mana Rusia dan China Saat AS-Israel Gempur Iran?
-
Bupati hingga Sekda Terseret, KPK Tetapkan 14 Tersangka Baru di OTT Pekalongan!
-
Suara Rakyat Indonesia Atas Serangan AS-Israel yang Guncang Iran
-
Terhalang Mendung dan Hujan, Warga di TIM Saksikan Gerhana Bulan via Streaming
-
Bukan Keracunan MBG! BGN Ungkap Fakta Medis Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara
-
Pramono Anung Obral Hak Penamaan Seluruh Halte di Ibu Kota: Percuma Bagus Kalau Tak Ada Penghasilan
-
Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil
-
Cara Pramono Kikis Jurang Kaya-Miskin di Jakarta: Genjot Beasiswa Luar Negeri dan Pendidikan Tinggi