Suara.com - Sedikitnya empat orang tewas dan 11 lainnya luka-luka dalam insiden sebuah bangunan di Kota Madrid runtuh setelah terjadi ledakan besar akibat kebocoran gas.
Menyadur Al Jazeera, Kamis (21/1/2021) ledakan tersebut terjadi di Kota Madrid sekitar pukul 3 sore waktu setempat dan menyebabkan kebakaran di dalam gedung.
Perwakilan pemerintah Jose Manuel Franco mengatakan kepada televisi publik Spanyol bahwa ledakan itu terjadi ketika tim pekerja memperbaiki pemanas bangunan.
Sedikitnya 11 orang terluka dalam ledakan itu, satu orang terluka parah, kata layanan darurat Madrid dalam sebuah cuitan Twitter.
Dari foto dan video yang tersebar di media sosial menunjukkan kepulan asap keluar dari gedung enam lantai dan puing-puing berserakan di Jalan Toledo dekat pusat kota.
Layanan darurat regional Madrid mengatakan bahwa tim penyelamat, petugas pemadam kebakaran, dan polisi sedang bekerja mengevakuasi korban dan membersihkan puing-puing.
Tim darurat terlihat membantu beberapa orang dalam video yang disiarkan oleh salah satu stasiun TV publik Spanyol, TVE.
Seorang penduduk setempat, Leire Reparaz, mengatakan kepada The Associated Press bahwa dia mendengar ledakan keras saat dia dalam perjalanan pulang di dekat Puerta de Toledo, sebuah landmark setempat.
"Kami tidak tahu dari mana asalnya. Kami semua mengira itu dari sekolah. Kami menaiki tangga ke atas gedung kami dan kami dapat melihat struktur gedung dan banyak asap," kata warga Madrid berusia 24 tahun itu.
Baca Juga: Real Madrid Kian Terpuruk, Zidane Mulai Kehilangan Dukungan Pemain?
Lola Lopez Bravo sedang makan siang dengan putranya yang berusia enam tahun di dekat rumah ketika ledakan terjadi, merobohkan tembok apartemennya.
"Kami sedang makan, tiba-tiba kami mendengar suara dan dinding di depan kami mulai menimpa kami," kata pria berusia 44 tahun itu kepada kantor berita AFP.
"Ada lubang besar di dinding dan kemudian puing-puing mulai berjatuhan sehingga kami lari keluar rumah dan pergi ke tempat tetangga." sambungnya.
Lorenzo Fomento, seorang Italia berusia 43 tahun yang bekerja dari rumah di sebuah apartemen di dekatnya, mengatakan kepada AFP bahwa terdengar suara bising yang luar biasa.
"Suaranya sangat keras, sangat keras," kata Fomento. "Aku belum pernah mendengar sesuatu yang sekeras ini sebelumnya." ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Soal KPK Tak Pajang Tersangka, Novel Baswedan Soroti Dalih Kemanusiaan
-
Siaga Musim Hujan, Pemprov DKI Pangkas Sejumlah Pohon Sebelum Tumbang
-
Jakarta Selatan dan Timur Dibayangi Hujan Lebat dan Angin Kencang Siang Ini, Cek Wilayah Terdampak!
-
Terungkap! Ini yang Dikoreksi Prabowo dari Desain hingga Fungsi IKN
-
Tangis dan Amarah Bercampur, Pendukung Protes Keras Vonis Pidana Laras Faizati
-
Antisipasi Banjir, Jakarta Selatan Siagakan Puluhan Pompa Air di Titik Rawan
-
Doktor Ahli Pengadaan yang Bikin KPU Keok Terkait Ijazah Jokowi: Siapa Sebenarnya Bonatua Silalahi?
-
KPK: Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto Diduga Terima Duit Pemerasan Rp12 Miliar
-
Jaksa Agung Soal KPK Tak Lagi Pajang Tersangka: Dari Dulu Kami Enggak Memajang
-
Bidik Kejahatan Ekonomi, Ini Jenis-Jenis Aset yang Bisa Dirampas di RUU Perampasan Aset