News / Nasional
Selasa, 02 Februari 2021 | 08:45 WIB
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko saat memberikan keterangan kepada wartawan (Antara)

Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, bahwa pimpinan tingkat pusat dan daerah sempat bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Kata dia, pertemuan tersebut dalam rangka pengambilalihan Partai Demokrat.

Herzaky berujar, informasi mengenai pertemuan itu diketahui berdasarkan pengakuan, kesaksian, dari BAP sejumlah pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat.

"Mereka dipertemukan langsung dengan KSP Moeldoko yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional untuk kepentingan pencapresan 2024. Ini bukan soal Demokrat melawan Istana, atau biru melawan merah. Ini soal penyalahgunaan kekuasaan dengan mencatut nama Presiden," tutur Herzaky dalam keterangannya, Selasa (2/2/2021).

Menurut Herzaky, Partai Demokrat hingga kini masih menunggu respons Presiden Jokowi melalui surat permintaan klarifikasi yang telah dikirim sebelumnya.

"Kami mendapat info kalau bapak presiden sudah membaca surat dari kami. Banyak yang ingin tahu siapa sosok dekat presiden yang disebut dalam konferensi pers Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono," ujar Herzaky.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menduga tudingan yang dialamatkan kepada dirinya sebagai pelaku 'kudeta' Partai Demokrat berdasarkan dari sejumlah foto -foto bersama sejumlah orang.

Ia pun tak menyebut jelas siapa orang-orang tersebut.

"Terus munculah isu dan seterusnya mungkin dasarnya foto-foto. Ya ada dari Indonesia Timur dari mana-mana datang ke sini, kan ingin foto sama saya. Ya terima saja, apa susahnya," ujar Moeldoko dalam jumpa pers secara virtual, Senin (1/2/2021).

Moeldoko menjelaskan, dirinya terbuka dengan siapapun yang berkunjung ke rumahnya ataupun berfoto bersama dirinya.

Baca Juga: Duh! KSP Moeldoko Dituduh Andi Arief Ikut Kudeta Partai Demokrat

Bahkan, mantan Panglima TNI itu mengaku tak keberatan jika ada pihak yang mempersoalkan pertemuan dan foto-foto dirinya bersama sejumlah pihak.

"Itulah menunjukkan bahwa seorang jenderal yang tidak punya batas dengan siapapun. Kalau itu menjadi persoalan yang digunjingkan silakan aja. Saya nggak keberatan," ucap dia.

Moeldoko mengaku ketika itu menerima tamu yang datang bergelombang dan berbondong-bondong.

Namun ia tak tahu maksud tujuan kedatangan mereka.

Obrolan itu, kata Moeldoko, ia awali dengan pembahasan pertanian

"Secara bergelombang mereka datang berbondong-bondong ya kita terima. Konteksnya apa saya juga nggak ngerti. Dari ngobrol-ngobrol itu biasanya saya awali dari pertanian karena saya memang suka pertanian," ucap dia.

Load More