Suara.com - Mantan Menkeu Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala akan menjadi perempuan dan warga Afrika pertama yang memimpin WTO. Setelah pesaing terkuatnya, Yoo Myung-hee dari Korea Selatan menarik diri minggu lalu.
Ketika Organisasi Perdagangan Dunia WTO tengah menghadapi berbagai tantangan dan krisis, ada secuil sejarah yang ditorehkan.
Untuk pertama kali dalam sejarahnya, WTO akan dipimpin seorang perempuan. Ngozi Okonjo-Iweala, 66 tahun, sekaligus akan menjadi warga Afrika pertama yang mengepalai lembaga dunia yang bermarkas di Jenewa, Swiss itu.
Masa jabatan empat tahun mantan Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri Nigeria ini sekaligus akan menjadi masa penuh tantangan.
Perdagangan dunia sedang menghadapi krisis pandemi corona, proteksionisme makin menguat, ditambah dengan konflik perdagangan dan perebutan dominasi pasar, terutama antara dua adidaya ekonomi dunia: Amerika Serikat (AS) dan Cina.
Ngozi Okonjo-Iweala akan menggantikan Roberto Azevedo yang sudah mengundurkan diri pada Agustus 2020.
Ketika mencari penggantinya, Presiden AS Donald Trump sebelumnya memblokir pencalonan kandidat dari Nigeria itu.
Namun, suasana politik kini berubah dengan penggantinya, Joe Biden. Ngozi Okonjo-Iweala memang masih harus mendapat konfirmasi dari Dewan WTO.
Para diplomat mengatakan hal itu akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Pertama Kalinya, Dua Wanita Ini Bersaing Memperebutkan Posisi Pimpinan WTO
Pejabat WTO dengan segudang pengalaman
Dalam beberapa putaran pemilihan sebelumnya, Ngozi Okonjo-Iweala memang keluar sebagai kandidat terkuat di antara tujuh orang yang mencalonkan diri.
Hari Jumat lalu (5/2), pesaing terakhirnya, Yoo Myung-hee dari Korea Selatan, menarik diri dari pencalonan dan melapangkan jalan ahli ekonomi lulusan universitas bergengsi Harvard dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) ini.
Biro Perdagangan AS sekarang memujinya sebagai tokoh yang "kaya pengalaman dan pengetahuan ekonomi serta diplomasi internasional".
Mantan Menteri Perdagangan Costa Rica Anabel Gonzalez menyebutnya sebagai "pribadi yang mengagumkan".
Mantan koleganya juga percaya dia cocok untuk posisi itu.
Berita Terkait
-
Menko Airlangga Blak-blakan WTO Dukung RI dalam Sengketa Biodiesel dengan Uni Eropa
-
Tak Hanya Barang Bajakan dan QRIS, AS Juga Protes Soal UU Produk Halal RI
-
Tarif Impor Naik, Komisi VI Desak Pemerintah Tempuh Jalur WTO
-
Menang Soal Diskriminasi Sawit, Menko Airlangga: Bukti RI Bisa Lawan Negara Besar
-
Indonesia Menang Lawan Uni Eropa, di WTO Diskriminasi Sawit Terbukti!
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam