Suara.com - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menjenguk Ramli, korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bilogai, Kabupaten Intan Jaya pada Rabu (10/2/2021) malam. Kekinian korban masih menjalani perawatan di RSUD Timika.
Waterpauw mengatakan berdasarkan laporan dari dokter yang merawat Ramli, tidak ditemukan proyektil ditubuh korban sehingga memudahkan dokter dalam penanganan medis.
"Kunjungannya dilakukan untuk mengecek keadaan korban, yang beberapa hari lalu mengalami kekerasan berupa penembakan oleh seseorang diduga kelompok Undius Kogoya," kata Irjen Pol Waterpauw.
Waterpauw menuturkan, identifikasi pelaku dari kelompok Undius Kogoya sudah kami dapatkan dan keterangan dari beberapa saksi bahwa mereka mengenal pelaku dan kesehariannya tidak jauh dari rumah korban, tapi entah mengapa pelaku melakukan kekerasan kepada korban.
Modusnya ketika pelaku datang, ingin menjual minyak tanah ke warung milik korban namun saat istri korban sedang menyiapkan jerigen tiba tiba terdengar suara tembakan senjata api, diduga jenis senjata api laras pendek.
Dengan adanya identifikasi atau identitas pelaku secara jelas akan mempercepat upaya dari tim atau satuan tugas dalam rangka penindakan hukum, untuk mencari dan menangkap pelaku ini.
"Kalau perintah saya hanya dua pilihan, tangkap kalau bisa ditangkap kalau tidak ditindak tegas terukur dengan SOP karena sudah melakukan kekerasan yang mengakibatkan keresahan bagi warga masyarakat," tegas Irjen Pol Waterpauw. (Antara)
Berita Terkait
-
Masalah Papua, Azis: Pemerintah Harus Dapat Siapkan Tim Penanganan Konflik
-
Hendak Ambil Motor Korban, Aparat Kontak Tembak dengan KKB di Papua
-
Dor...! Warga di Papua Ditembak Pelaku Bermodus Tawarkan Minyak Tanah
-
Polisi: Warga Korban Penembakan di Papua Dievakuasi ke RS Timika Hari Ini
-
KKB Tembak Mati Warga, Diduga Mata-mata TNI-Polri
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Polda Metro Dalami Laporan Terhadap Saiful Mujani Buntut Seruan Gulingkan Prabowo
-
Bukan di Hari Jumat, Pemda DIY Pilih Rabu Jadi Hari WFH bagi ASN, Ini Alasannya
-
Ternyata Parkir Resmi! Dishub Akui Kesalahan Pola Parkir di Akses MRT Lebak Bulus yang Bikin Macet
-
Connie Bakrie Duga Kuat Kasus Andrie Yunus Operasi Intelijen Terstruktur, Ini Indikatornya
-
Bisakah Taman Kota Kurangi Banjir? Memahami Solusi Berbasis Alam di Jabodetabek
-
Iran Bantah Serangan Drone ke Negara Teluk Saat Gencatan Senjata
-
Teka-teki Kematian Bos Tenda di Cibitung: Tewas Penuh Luka, Perampokan atau Dendam?
-
6 Jet Tempur Milik TNI AU Kawal Penerbangan Presiden Prabowo ke Magelang
-
Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski ASN WFH Setiap Jumat
-
Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi