Suara.com - Pemilik kios bernama Ramli menjadi sasaran penembakan pelaku misterius di Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin (8/2) kemarin. Modus pelaku penembakan yakni berpura-pura menawarkan minyak tanah korban.
Saat menawarkan minyak tanah kepada korban, pelaku menyatakan tidak memiliki jeriken, kemudian meminta korban untuk meminjami. Ketika istri korban hendak mengambil jeriken, pelaku menembak dengan senjata laras pendek.
Kapolres Intan Jaya AKBP I Wayan G. Antara menduga pelaku penembakan terhadap warga sipil itu merupakan anggota dari komplotan separatis pimpinan Uginus Kogoya.
"Namun, untuk memastikannya, anggota masih melakukan penyelidikan," kata AKBP Wayan Antara kepada ANTARA saat dihubungi lewat sambugan telepon, Selasa.
Kapolres mengatakan bahwa di Intan Jaya memang ada beberapa orang diduga pelaku. Namun, yang melakukan penembakan di Bilogai diduga dari Uginus.
Guna menghindari terjadinya tindak kekerasan, termasuk penembakan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas. Dia pun meminta agar warga tak perlu membuka usaha atau kios jika sudah petang. Begitu pula, dengan tukang ojek. Namun, beberapa di antaranya masih membandel.
Sementara, korban Ramli diketahui telah dirawat di RSUD Timika akibat luka tembak yang dideritanya. (Antara)
Tag
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura
-
Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen