Suara.com - Semburan gas bercampur lumpur di Pondok Pesantren Al-Ihsan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, sudah berhenti secara alami setelah menyembur selama 10 hari.
Hari ini, tim gabungan dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral Riau dan perusahaan gas EMP Bentu berupaya untuk menutup lubang tersebut.
Sejumlah alat berat sudah berada di lokasi dan pekerja lapangan sudah memasang batang-batang besi sebagai platform di bibir lubang.
Sebelumnya, semburan gas hingga ketinggian sekitar 15 meter lebih tiba-tiba muncul pada 4 Februari 2021 setelah pengelola ponpes mempekerjakan pekerja mencari sumber air dengan menggali sumur.
Saat proses penggalian mencapai kedalaman sekitar 119 meter, gas muncul ke permukaan dan sehari setelahnya turut memuntahkan material lumpur dan pasir yang terlontar hingga radius 200 meter dari titik semburan.
Material lumpur yang mengeras seperti batu juga ikut terlontar dari lubang, sehingga merusak atap bangunan, dan timbunan lumpur mencapai ketinggian hingga empat meter yang menimbun sebagian bangunan.
Akibatnya, 34 santri dan warga di sekitar ponpes diungsikan karena hasil pengukuran dari perusahaan EMP Bentu menyatakan semburan gas berpotensi terbakar dan mengandung H2S (hidrogen sulfida) yang beracun.
Setelah 10 hari berselang, lumpur di sekitar kompleks pondok pesantren kini mulai mengering. Titik semburan menyisakan lubang menganga yang ukuran garis tengahnya berdasarkan data tim gabungan mencapai enam meter. Pegawai EMP Bentu secara rutin masih terlihat mengukur kadar gas dengan alat khusus setiap satu jam.
Kepala Dinas ESDM Riau Indra Agus Lukman menyatakan teknis penutupan lubang akan menggunakan alat berat yang mengalirkan air ke dalam lubang tersebut untuk mengeluarkan lumpur yang tersisa. Apabila tekanan dari dalam lubang sangat rendah, proses akan dilanjutkan dengan langsung menutup lubang dengan semen.
Baca Juga: Penanganan Semburan Gas Lumpur di Pekanbaru
"Namun, apabila masih ada tekanan dari dalam lubang, akan diinjeksi dengan lumpur panas dengan alat berat," katanya.
Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Riau Irdas Amanda Muswar menyatakan dari pantauan pada Jumat (12/2) sudah tidak ada lagi material yang mengalir dari dalam lubang. Kondisi lubang semburan dinilai tidak mengkhawatirkan lagi untuk dilakukan proses penutupan. Gas yang menyembur tersebut, adalah gas rawa yang banyak ditemukan di daerah itu.
"Kondisi saat ini hampir tak ada material yang keluar. Yang ada saat ini adalah sisa dari proses erosi akibat sebelumnya ada semburan gas," katanya.
Menurut dia, IAGI Riau berharap ke depannya ada pemetaan potensi gas rawa di daerah tersebut, sehingga masyarakat setempat yang menggali tanah untuk mencari sumber air tidak mengalami kejadian serupa. [Antara]
Berita Terkait
-
6 Fakta di Balik Semburan Lumpur 25 Meter Gegerkan Tulang Bawang
-
Terungkap Gaya Hidup Anak Terdakwa Korupsi, Mobil Mewah hingga Rekening Ratusan Juta
-
Menapaki Rumah Singgah Tuan Kadi, Warisan Sejarah di Tepian Sungai Siak
-
Sarapan Roti Canai dan Teh Tarik Khas Malaysia di Warung Ahbab Pekanbaru
-
Jadi Tersangka Usai Terjaring OTT KPK, Pj Wali Kota Pekanbaru Klaim Tak Bersalah
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita