Suara.com - Vaksinasi Covid-19 tahap kedua baru saja dimulai. Pemerintah menargetkan Indonesia bisa bebas pandemi Covid-19 pada 17 Agustus 2021 atau bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI.
Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menyebut target tersebut terbilang berat jika berdasarkan catatan waktu.
Catatan waktu yang dimaksud yaitu pemerintah menargetkan program vaksinasi selesai dalam dalam satu tahun, itu artinya pada bulan Agustus nanti, Indonesia kemungkinan masih melakukan vaksinasi.
Belum lagi, upaya menghentikan penyebaran Covid-19 terkendala masalah disiplin menerapkan protokol kesehatan hingga testing dan tracing.
Akan tetapi Saleh menyatakan optimistis target Agustus bebas pandemi selama semua aspek yang telah direncanakan dapat dijalankan dengan baik.
"Iya agak berat cuma ya kalau memang ada langkah-langkah konkret lain yang dilakukan pemerintah, ada perpaduan antara pelaksanaan antara vaksinasi dan porotokol keshatan, testing, tracing dan treatment yang meningkat saya kira bisa saja. Harapannya seperti itu tapi itu kan kelihatan agak berat," kata Saleh, Kamis (18/2/2021).
"Jadi kalau misalnya Pak Doni (Doni Monardo) berharap nanti bulan Agustus ini akan berakhir, kita anggap saja ini bagian dari doa karena itu kita ikut mengaminkan sehingga nanti pada Agustus kita sudah bebas dari Covid."
Target pemerintah untuk membebaskan Indonesia bebas Covid-19, kata anggota Komisi IX Kurniasih Mufida, dapat terwujud jika diiringi langkah-langkah yang tepat dan cepat.
"Semoga targetnya bisa terwujud dan tidak hanya sebuah harapan tak berujung. Karenanya diperlukan langkah yang lebih tepat dan cepat dalam mitigasi pandemi untuk mewujudkan target tersebut," ujar Mufida.
Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Kurangi Penularan Virus Corona? Ini Penjelasannya
Doni Monardo menyampaikan target Indonesia bisa bebas dari pandemi Covid-19 ketika membuka Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Minggu (14/2/2021).
“Target kita adalah pada perayaan 17 Agustus yang akan datang, maka kita betul-betul harus bebas dari Covid-19. Artinya Covid-19 dalam posisi yang bisa dikendalikan,” kata Doni yang disiarkan YouTube Pusdalops BNPB.
Doni optimistis karena dalam sepekan terakhir telah terjadi penurunan angka kasus aktif atau orang positif corona yang masih dalam perawatan.
“Pada seminggu yang lalu angka kasus aktif kita 176 ribuan orang, baik OTG, bergejala ringan, sedang, berat, bahkan kritis. Namun, dari data Satgas kemarin, kasus aktif sudah turun 161 ribu orang telah terjadi penurunan sebanyak 15 ribu orang dalam kurun waktu satu minggu. Artinya ada hal positif yang sudah dilakukan semua pihak,” kata dia.
Dia meminta seluruh stakeholders terus bekerja keras disiplin menerapkan protokol kesehatan dan menaati semua peraturan yang sudah digariskan pemerintah.
Covid-19 telah menginfeksi 1.223.930 orang Indonesia sejak pertamakali diumumkan pada Maret 2020. Sebanyak 158.498 orang di antaranya masih dalam perawatan, 1.032.065 orang sembuh, dan 33.367 jiwa meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
-
Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Gara-Gara Jawaban Rapat Disampaikan Via Medsos
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Saleh Daulay: Reshuffle Kabinet Hak Konstitusional Presiden Prabowo
-
Ketua Komisi VII DPR Kritik Habis Menpar Widiyanti: Kalau Enggak Mau Rapat, Jangan Jadi Menteri
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka