Suara.com - KAI Commuter menyatakan jalur rel perjalanan KRL pada lintas Pondok Ranji-Kebayoran telah dapat dilalui secara normal usai surutnya genangan air, setelah peristiwa hujan deras yang melanda Jakarta dan sekitarnya.
"KAI Commuter memohon maaf atas kendala operasional perjalanan KRL pada lintas Pondok Ranji - Kebayoran yang sempat terjadi mulai pukul 04.30 WIB sehubungan dengan tergenangnya jalur rel di lintas tersebut tepatnya di KM 17+5/6. Namun mulai pukul 07.22 WIB genangan air telah surut dan jalur rel kini dapat dilalui secara normal kembali," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan pers, Sabtu (20/2/2021).
Menurut Anne, saat ini seluruh perjalanan KRL di lintas Tanah Abang - Serpong/Parung Panjang/Rangkasbitung PP dapat kembali melintas di lokasi.
"Namun demikian saat ini KAI Commuter masih terus berupaya mengurai antrean kereta dan keterlambatan perjalanan yang sebelumnya terjadi," kata Anne.
KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pengguna jasa juga diimbau untuk selalu menerapkan protokol kesehatan saat berada di stasiun dan KRL, antara lain dengan tidak memaksakan diri untuk naik ke dalam kereta yang telah terisi sesuai marka.
Informasi terkini seputar perjalanan KRL dapat dilihat melalui akun media sosial @commuterline, menghubungi call center 021-121, maupun melalui aplikasi KRL Access.
Sebelumnya pemberitahuan akun resmi KAI Commuter melalui twitter @CommuterLine menyampaikan bahwa terdapat genangan air dampak hujan lebat antara Stasiun Pondok Ranji-Kebayoran, untuk perjalanan KA saat ini belum bisa dilalui.
KAI Commuter kemudian menyampaikan permintaan maafnya atas ketidaknyamanan tersebut.
Baca Juga: Belasan Pompa Beroperasi, Banjir di Periuk Tangerang Masih Parah
Berita Terkait
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami