Suara.com - Tim Uji Klinis vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech dari Universitas Padjadjaran (Unpad) hingga saat ini belum bisa memastikan vaksin asal China itu mampu melawan mutasi Covid-19 B117 asal Inggris atau tidak.
Ketua Tim Riset Uji Klinis Covid-19 Sinovac dari Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil, mengatakan hingga saat ini penelitian efektivitas Sinovac di Indonesia belum selesai sehingga belum bisa diketahui apakah efektif juga melawan mutasi B117.
"Penelitiannya juga belum selesai, sinovac masih diteliti sampai sekarang, nanti akhir tahun baru saya tahu berapa efektifitasnya," kata Kusnadi saat dihubungi Suara.com, Kamis (4/3/2021).
Kusnadi menjelaskan, secara teori sebuah virus memang akan bermutasi untuk bertahan hidup, sehingga kandungan vaksinnya pun juga mengikuti sampel virus yang bermutasi tersebut.
"Mungkin efektivitasnya pada akhir tahun ini masih 80-90 persen, tapi makin lama makin berkurang sehingga nanti musti pakai vaksin yang baru, seperti vaksin influenza, itu kan tiap tahun kita ganti virusnya dengan yang baru, nanti begitu juga," jelasnya.
Meski begitu, dia menegaskan vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin Sinovac tetap harus dilakukan di Indonesia meski mutasi B117 sudah terdeteksi.
"Virus ini ganas, kita ikuti saja dulu aturan yang ada, divaksin, tapi tetap ikuti petunjuk kesehatan, psychal distancing, cuci tangan, pakai masker, jangan kemana-mana kalau gak penting," kata Kusnadi menegaskan.
Diketahui, dua kasus virus strain B117 asal Inggris sudah masuk ke Indonesia sejak akhir Januari dibawa oleh dua TKI asal Karawang, Jawa Barat yang baru pulang dari Arab Saudi berinisial M (40) 28 Januari dan A (45) 31 Januari 2021.
Keduanya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, lalu menjalani swab test PCR dan ternyata positif Covid-19, mereka langsung menjalani kewajiban karantina 10 hari di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.
Baca Juga: Ngotot Beli Vaksin Sinovac Meski Telan Nyawa di Brasil, Ini Jawaban Terawan
Sampel swab mereka dibawa oleh Kementerian Kesehatan untuk menjalani uji whole genome sequencing, dan ternyata sampel mereka mengandung mutasi B117 asal Inggris.
Setelah dinyatakan negatif Covid-19 dan sembuh, mereka baru dipulangkan oleh Satgas Covid-19 ke Karawang.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono baru mengumumkan secara resmi bahwa strain B117 sudah masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2021 atau tepat peringatan satu tahun Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?