Suara.com - Presiden Jair Bolsonaro mengatakan kepada warga Brasil untuk berhenti "merengek" ketika negara tersebut mencatatkan rekor kematian akibat Covid-19.
Menyadur France24, Jumat (5/3/2021) Brasil memiliki angka kematian tertinggi kedua di dunia selama setahun terakhir, setelah Amerika Serikat.
"Cukup jangan rewel dan merengek. Berapa lama lagi tangisan itu akan berlangsung? " ujar Presiden Bolsonaro kepada warga di sebuah acara.
"Berapa lama lagi Anda akan tinggal di rumah dan menutup semuanya? Tidak ada yang bisa menahannya lagi. Kami menyesali kematian itu, lagi, tapi kami butuh solusi." ujarnya.
Kementerian Kesehatan mencatat 75.102 kasus Covid-19 tambahan pada Kamis (4/3), terbanyak dalam satu hari sejak Juli dan rekor tertinggi kedua. Brasil juga mencatat 1.699 kematian, sedikit menurun dari rekor kematian dua hari sebelumnya.
Gelombang kedua Brasil yang melonjak telah memicu pembatasan baru di ibu kotanya, Brasilia, dan kota terbesarnya, Sao Paulo. Rio de Janeiro pada hari Kamis mengumumkan jam malam di seluruh kota.
Pemerintah federal dinilai lamban dalam membeli dan mendistribusikan vaksin, dengan kurang dari 3,5% populasi yang mendapatkan satu suntikan.
Pemerintah sedang berupaya untuk mendapatkan vaksin tambahan dari lebih banyak pemasok. Kementerian Kesehatan sedang bernegosiasi untuk membeli 2 juta dosis Pfizer tambahan pada Mei, 16,9 juta dosis Janssen pada September dan 63 juta dosis vaksin Moderna pada Januari 2020, menurut dokumen yang ditinjau oleh Reuters pada Kamis.
Yang paling mengkhawatirkan bagi otoritas kesehatan adalah munculnya varian virus corona baru dari wilayah Amazon yang tampak lebih menular dan lebih mampu menginfeksi kembali mereka yang telah terjangkit Covid-19.
Baca Juga: Tak Cuma Mudah Menular, Virus Corona Brasil Mampu Hindari Kekebalan Alami
Lembaga medis yang berafiliasi dengan pemerintah Fiocruz mengatakan telah mendeteksi varian Amazon, Inggris, dan Afrika Selatan yang menyebar di berbagai tempat di seluruh negeri.
"Kami mengalami prospek terburuk untuk pandemi sejak dimulai," kata Gonzalo Vecina Neto, seorang dokter medis dan mantan kepala regulator kesehatan Brasil, Anvisa.
"Mutasi adalah hasil dari peningkatan reproduksi virus. Semakin banyak jumlah virus, semakin cepat penularannya, semakin banyak mutasi yang kita miliki," ujarnya.
Gubernur negara bagian dan dokter mengeluh bahwa pemerintah federal telah salah mengelola krisis virus corona, karena Bolsonaro telah meremehkan tingkat keparahannya dan menentang penguncian.
Namun demikian, Bolsonaro telah didukung oleh 322 miliar reais (Rp 827,3 triliun) untuk bantuan darurat kepada warga Brasil yang lebih miskin tahun lalu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno