Suara.com - Warga menyambut baik fasilitas kanal pengaduan masyarakat melalui media sosial yang dinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Ganjar sebelumnya memerintahkan bupati atau wali kota di Jawa Tengah menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter hingga YouTube sebagai kanal aduan warga.
Bahkan, layanan darurat atau call center bebas pulsa hingga nomor whatsapp juga disebar untuk memudahkan masyarakat menyampaikan keluhan, laporan dan aspirasi sehingga dapat direspon cepat dan tuntas.
Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka yang membuka kanal ‘Lapor Mas Wali’ menyampaikan, masyarakat dapat bertemu wali kota untuk mengadu langsung dengan registrasi melalui nomor WhatsApp terlebih dahulu.
Selain itu, dirinya juga membuka kran pengaduan melalui Instagram baik direct message (DM) maupun komentar. Sejak dibuka, Gibran mengaku sudah ada warga Solo yang datang melapor.
“Sudah ada warga yang datang langsung ke Balai Kota. Kalau misalnya saya sedang rapat atau sedang menerima tamu, ada tim khusus yang akan mencatat, menerima keluhan-keluhan. Kita ingin benar-benar semuanya fast response (respon cepat)," tandasnya.
Tidak hanya bupati/wali kota, kepala desa pun tak kalah antusias membuka kanal aduan, contohnya di Desa Jojogan dan Desa Kandang Kabupaten Pemalang.
“Nek ana sing ora paham, ana sing ora jelas, kaitane karo desa pada wadul karo kadese, aja kakean barang jere ora ilok, saiki bisa wadul lewat media digital (Kalau ada yang tidak paham, ada yang tidak jelas, sehubungan dengan desa bisa lapor ke kades, jangan kebanyakan barang jere tidak baik, sekarang bisa lapor lewat media sosial)” begitu kutipan salah satu poster digital dalam kanal aduan #Wadulkadese milik Desa Jojogan, Pemalang.
Terpantau, Ganjar mempromosikan beberapa kanal aduan milik bupati atau wali kota di antaranya Batang, Blora, Jepara, Kendal, Pati, Pekalongan, Sragen, dan Surakarta melalui akun media sosial twitter @ganjarpranowo, Kamis (4/2/2021).
Baca Juga: Virus B117 Muncul di Brebes, Ganjar Perpanjang PPKM Mikro
Diketahui, perintah Ganjar agar kepala daerah menggunakan media sosial untuk kanal aduan itu disampaikan kala melantik 17 kepala daerah hasil pilkada serentak 2020 di Gradhika Bhakti Praja, Jumat (26/2) lalu.
Menurutnya, akun media sosial untuk melayani masyarakat itu wajib, walaupun kedengaran ringan, tapi sebenarnya esensial.
"Jangan bicara reformasi birokrasi dan pelayanan optimal jika media sosial saja kita tidak punya sehingga masyarakat kesulitan melapor dan menyampaikan sesuatu,” tegas Ganjar.
Lebih lanjut, Ganjar juga mengeluarkan kebijakan setiap OPD/SKPD di Jawa Tengah untuk aktif menyampaikan kinerjanya melalui media sosial.
“Biasanya Kominfo kami koordinasikan setiap minggu untuk melaunching apa sih yang dikerjakan, agar publik tau, dan ini bentuk dari akuntabilitas kita,” tandas Ganjar.
Berita Terkait
-
Virus B117 Muncul di Brebes, Ganjar Perpanjang PPKM Mikro
-
Ganjar Pastikan Kontak Erat TKI Pembawa Virus B117 Sudah Diisolasi
-
Sudah Terima Vaksin Covid-19, Ganjar Minta Protokol Kesehatan Diterapkan
-
Cek Vaksinasi Covid-19 Anggota TNI, Ganjar: Pilih Disuntik Apa Perang?
-
Cek Vaksinasi, Ganjar Pastikan Vaksinasi Lansia di Jateng Sudah Dimulai
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS