Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung menanggapi soal kampanye Presiden Joko Widodo soal produk luar negeri. Presiden Jokowi menggaungkan kampanye benci produk asing.
Jokowi berniat meminta masyarakat untuk mencintai produk-produk dari Indonesia. Menurut Rocky, pernyataan Jokowi tersebut merupakan pernyataan yang spontanitas dan benar disebut oleh Jokowi.
Dirinya pun menanggapi pernyataan Bima Arya yang menuding Rocky sebagai orang yang membenci Jokowi.
Selanjutnya, Rocky menyebut bahwa Jokowi merupakan produk lokal yang tidak seharusnya ia benci.
"Tadi Bima Arya menyatakan bahwa saya membenci Pak Jokowi. Apakah Pak Jokowi produk asing sehingga saya harus benci? Kan nggak kan?" ujar Rocky, dikutip dari Youtube Kompas TV.
Tak hanya itu, Rocky menyebut bahwa Jokowi merupakan produk lokal sekaligus produk gagal.
"Pak Jokowi kan produk lokal walaupun produk gagal," lanjutnya.
Menurutnya, kata benci yang dipakai Jokowi berkaitan dengan diksi yang dipakai. Rocky menyebut seharusnya Jokowi konsisten untuk tidak memakai produk asing.
"Kalau benci, ok, konsisten, apakaha Unicorn itu asing atau lokal, bukankah Jokowi yang promosikan Unicorn itu, ita hanya ingin memperlihatkan Presiden itu akhirnya membenarkan tesis tentang man of contradiction, jadi saya hanya mengikuti jalan pikiran publik," kata Rocky Gerung.
Baca Juga: Tak Terima Partai Suaminya Diobok-obok, Annisa Pohan Sentil Jokowi
Rocky kembali menekankan bahwa Jokowi merupakan produk gagal.
"Ya kontradiksi, kontradiksi juga pikiran Arya Bima tuh, saya tidak benci Pak Jokowi karena beliau adalah produk lokal bukan produk asing, walaupun produk gagal," kata Rocky Gerung.
Sebelumnya, Jokowi mengkampanyekan untuk benci produk asing. Hal itu dia sampaikan dalam acara Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021.
Jokowi meminta untuk kembali menggaungkan cinta produk dalam negeri dan membenci produk asing.
"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk-produk dalam negeri gaungkan! Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri," ujar Jokowi.
Berita Terkait
-
Temui Perwakilan Petani yang Sempat Jalan Kaki ke Istana, Ini Kata Moeldoko
-
Alasan Pemerintah Diam Moeldoko KLB Demokrat, Mahfud: Dituding Intervensi
-
Panjang Lebar, Titi Kamal Surati Jokowi, Ada Apa?
-
Tak Terima Partai Suaminya Diobok-obok, Annisa Pohan Sentil Jokowi
-
Andi Mallarangeng Curiga Moeldoko Izin ke Jokowi Mau Kudeta Partai Demokrat
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Revisi UU Sisdiknas Digodok, DPR Tekankan Integrasi Nilai Budaya dalam Pendidikan
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari