Suara.com - Presiden Joko Widodo mengkampanyekan benci produk asing dalam pidatonya di Istana Kepresidenan, Jakarta beberapa waktu lalu. Menanggapi hal itu, Direktur Riset Indef, Berly Martawardaya mengatakan Jokowi seharusnya cermat untuk memilah produk impor yang harus dikurangi dan mana yang mesti dipertahankan.
Berly menuturkan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dari 2018 hingga 2020 Indonesia banyak mengimpor produk olahan atau manufaktur yang menjadi bahan penolong bagi industri tanah air. Misalnya pada Januari-Desember 2020, Indonesia mengimpor bahan baku atau penolong sekitar 72,91 persen, barang konsumsi 10,35 persen dan barang modal sebanyak 16,74 persen.
"Jadi ambilah sekitar 70 persenan itu bahan baku untuk bahan penolong, bahan modal dari 15-16 persen gitu," kata Berly dalam diskusi virtual, Senin (8/3/2021).
Dalam data itu disebutkan impor barang-barang konsumtif seperti tas-tas berharga mahal, mobil hingga sepatu mencapai 10,35 persen. Meskipun tidak terlalu banyak, namun menurutnya lebih baik dikurangi.
Ia berharap ada kecermatan dalam membenci produk asing lantaran produksi Indonesia masih bergantung pada bahan baku dari luar negeri.
"Kalau yang bahan baku untuk bahan modalnya dipotong atau dikurangi impornya ya berarti produksi bakal terganggu kan. Jadi harus akurat kalau mau benci impor, impor yang mana?" ujarnya.
Lebih lanjut, Berly mengatakan bahwa Indonesia masih menggunakan strategi lama di mana mengimpor bahan baku untuk produksi, lalu memperkuat rantai produksi sehingga bisa melakukan ekspor. Untuk memperkuat ekspor, Berly menilai kalau Indonesia mesti menarik investasi yang memang berorientasi eskpor sejak awal dan mengurangi budaya korupsi.
"Jadi kita kalau mau menjadi negara yang kuat secara produksi, ekonomi dan ekspornya harus bagus business claimed dan rendah korupsi," tuturnya.
Sebelumnya, Jokowi mengkampanyekan untuk benci produk asing. Hal itu disampaikan dalam acara Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021. Jokowi meminta untuk kembali menggaungkan cinta produk dalam negeri dan membenci produk asing.
Baca Juga: Disaksikan Jokowi, 500 Seniman Jogja Bakal Divaksin Covid-19
"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk-produk dalam negeri gaungkan! Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri," kata Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Drama OJK: Setelah Ketua dan Wakil Mundur, Siapa yang Ditunjuk Prabowo Jadi Pengganti?
-
Waspada! Daerah Ini Diprediksi BMKG Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Minggu Ini
-
Waspada! Pos Angke Hulu Siaga 3 Gegara Hujan Deras, Jakarta Sempat Tergenang
-
Terpapar Radikalisme via Medsos, Dua Anak di Langkat Terlibat Kasus Terorisme
-
Anggaran Bencana Dipangkas Drastis, Legislator PDIP Ini Desak Kemensos Tinjau Ulang
-
OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan
-
Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana
-
Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki
-
DLH DKI Pastikan RDF Plant Rorotan Beroperasi Aman, Keluhan Warga Jadi Bahan Evaluasi
-
Wamensos Agus Jabo Tekankan Adaptivitas Siswa Sekolah Rakyat Hadapi Perubahan Zaman