Suara.com - Seorang ahli etika Inggris dihujat warganet karena mengunggah status tentang cara makan nasi yang benar di akun Twitter miliknya, @TheRoyalButler . Menurut versinya, nasi harus dinikmati menggunakan alat makan.
"Ladies and gentlemen, ingatlah, kita selalu menggunakan pisau dan garpu atau sumpit untuk makan nasi! Kami tidak menggunakan tangan atau jari kami!!!"
Gegara postingannya, pria bernama Grant Harrold ini langsung diserbu warganet. Ia disebut kasar karena tidak peka dengan kebudayaan negara lain.
Warganet yang kebanyakan berasal dari Asia juga mengejeknya karena nasi yang dimakan olehnya datang dari Asia.
"Penjajah seharusnya tidak mendikte cara makan nasi ketika beras Anda datang dari Asia dan Afrika, jadi Anda harus belajar bagaimana budaya kami."
"Kami, orang Korea, makan nasi dengan sendok dan dengan tangan (kimbap). Orang Jepang di sisi lain memiliki onigiri mereka."
"Kata orang yang tidak membasuh pantat mereka dengan air (cebok)dan masuk ke rumah mereka dengan sepatu (yang sudah terkontaminasi oleh entah apa).
"Setidaknya aku tahu di mana tanganku bersentuhan. Apakah Anda tahu bagaimana mereka membersihkan alat makan itu."
Grant Harrold adalah mantan kepala pelayan Pangeran Charles, Pangeran William dan Pangeran Harry. Ia dikenal sebagai ahli etika karena latar belakangnya yang kerap bersentuhan dengan para bangsawan.
Baca Juga: Sophia Latjuba Ternyata Keturunan Bangsawan?
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan
-
Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru
-
PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian
-
Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point
-
PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi
-
PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026
-
Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?
-
Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM