- Benny Utama (DPR RI) menjelaskan Inosentius Samsul batal jadi hakim konstitusi karena mendapat tugas baru pemerintah.
- Pengunduran diri Inosentius pada 21 Januari memaksa DPR mencari pengganti hakim pensiun dalam waktu singkat.
- DPR menilai laporan terhadap pengganti, Adies Kadir, tidak berdasar karena proses seleksi internal di luar yurisdiksi MKMK.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Benny Utama, membeberkan alasan di balik batalnya Inosentius Samsul menjadi hakim konstitusi usulan DPR yang kemudian digantikan oleh Adies Kadir.
Ia mengungkapkan bahwa Inosentius telah mendapatkan penugasan baru dari pemerintah di lembaga lain.
Hal tersebut disampaikan Benny dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI bersama Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
"Tadi dijelaskan pak ketua proses dari awal bagaimana kita merekrut Pak Inosentius Samsul. Kemudian tanggal 21 Januari, beliau mengatakan bahwa beliau mendapat tugas dari pemerintah di jabatan lain. Ya kalau enggak salah terakhir saya dengar, di Danantara, saya dengar beliau bertugas di situ," ujar Benny.
Benny menekankan, bahwa pilihan tersebut sepenuhnya merupakan hak pribadi Inosentius dalam menentukan jenjang kariernya, apakah akan bertugas di Mahkamah Konstitusi atau menerima tawaran jabatan lain dari pemerintah.
"Intinya beliau tentu juga punya hak prerogatifnya untuk menentukan sendiri, dia mau bertugas di MK atau jabatan lain yang ditawarkan barangkali ke beliau, beliau memilih lain," lanjutnya.
Lebih lanjut, Benny menjelaskan situasi mendesak yang dihadapi DPR saat itu. Dengan mundurnya Inosentius pada 21 Januari, sementara Hakim Konstitusi Arief Hidayat memasuki masa pensiun pada 3 Februari, DPR hanya memiliki waktu sangat singkat untuk mencari pengganti.
"Rentang waktunya hanya sekitar 10 hari, kita merekrut pengganti Pak Hidayat ini. Nah itu kondisi DPR pada masa itu, kemudian kita lakukan sesuai aturan, tadi bapak juga jelaskan secara terbuka kita live dan disetujui seluruh fraksi di Komisi III DPR," tegas Benny.
Untuk itu, Benny menilai laporan masyarakat terhadap Adies Kadir yang kini ditindaklanjuti MKMK tidak memiliki dasar yang kuat.
Baca Juga: MKMK Dinilai Hanya Bisa Adili Etik, Keppres Pengangkatan Adies Jadi Hakim MK Tak Bisa Dibatalkan?
Merujuk pada Pasal 27A Undang-Undang Mahkamah Konstitusi, ia berpandangan bahwa proses seleksi di internal DPR bukan merupakan wilayah pemeriksaan MKMK.
"Jadi menurut hemat kami, mengacu Pasal 27A UU MK, ini sudah nyambung, enggak ada alasan barangkali Pak Adies ini menjadi terperiksa di MKMK. Pandangan saya seperti itu," pungkasnya.
Berita Terkait
-
MKMK Dinilai Hanya Bisa Adili Etik, Keppres Pengangkatan Adies Jadi Hakim MK Tak Bisa Dibatalkan?
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
Anggota Komisi III: Pemilihan Adies Kadir Jadi Hakim MK Sesuai Mekanisme, Tak Langgar Prosedur
-
Anak Adies Kadir jadi PAW di DPR, Bahlil Jelaskan Alasannya
-
Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif