Suara.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin berharap politikus gaek Amien Rais diberi hidayah oleh Tuhan agar bisa memberikan komentar-komentar yang lebih sejuk ke tengah masyarakat.
Doa Ngabalin itu disampaikan menanggapi Amien Rais yang curiga Presiden Joko Widodo akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden agar bisa berkuasa selama tiga periode.
"Mudah-mudahan dalam situasi seperti ini Pak Amien bisa siuman. Karena sebagai seorang tokoh, seorang opionion leader, mudah-mudahan ada rahmat hidayah dari Allah Subhanahu wa ta'ala, supaya bisa lebih menyejukkan," tutur Ngabalin saat dihubungi Suara.com, Sabtu (20/3/2021).
Ngabali mengaku khawatir kecurigaan Amien Rais yang dinilainya tak berdasar itu justru akan memancing penilaian negatif dari masyarakat terhadap politikus pendiri Partai Amanat Nasional tersebut.
"Kalau terus menduga-duga, kalau terus mengira ngira seperti begitu, kasihan dalam usia seperti beliau. Sayang kalau publik melakukan penilaian yang tidak benar kepada Pak Amien," katanya
Meski demikian Ngabalin menegaskan bahwa adalah hak Amien Rais untuk mengutarakan kecurigannya. Ia mengatakan Jokowi sudah menegaskan tidak tertarik untuk mencalonkan diri kembali sebagai presiden di Pemilu 2024.
"Jadi biarlah Pak Amien mau main musik model apa pun. Mau main gendang ala dangdut, ala rock atau jazz terserah," ujar Ngabalin.
"Yang pasti pernyataan Bapak Presiden secara resmi, saat pernah ditanya oleh wartawan tentang masalah tiga periode, kan sudah dijelaskan transparan oleh presiden," ucap dia.
Amien Rais menyampaikan kecurigaannya soal Jokowi tiga periode itu dalam sebuah video yang tayang di Youtube. Ia mengatakan Jokowi ingin total menguasai negara sebesar-besarnya.
Baca Juga: Sebut Rezim Ingin Genggam Kekuasaan, Amien: Zaman Pak Harto Tak Seperti Ini
"Jadi pada zaman Pak Harto saja tidak seperti ini," ucap Amien Rais membandingkan dengan Presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun di Tanah Air.
Berita Terkait
-
Sedang Gempar, Amien Rais Kritik Jokowi dan Luhut soal 'Proyek Busuk Whoosh'
-
Amien Rais 'Ngamuk', Tuding Jokowi-Luhut-Sri Mulyani Perusak Indonesia dan Layak Dihukum Mati!
-
Geger Proyek 'Busuk' Whoosh, Amien Rais Semprot Jokowi dan Luhut: Aneh Sekali
-
Takjub Adab Jokowi Cium Tangan Abu Bakar Ba'asyir, Amien Rais Terenyuh: Buat Saya Artinya Dalam
-
Amien Rais Usulkan Mahfudin Nigara sebagai Calon Menpora, Apa Alasannya?
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Cak Imin Ungkap Obrolan PKB Bareng Prabowo di Istana: dari Sistem Pilkada hingga Reshuffle?
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan