Suara.com - Pemerintah menegaskan acara peringatan satu tahun operasional Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (23/3/2021) hari ini, bukan seremonial belaka.
Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid mengungkapkan acara mengheningkan cipta dengan alunan 1.500 angklung yang digaungkan nakes dan pasien ini dibeli dari pengrajin yang juga terdampak pandemi.
"Sebagai informasi saja, angklung ini kita beli dari para pengrajin, sehingga acara ini bukanlah foya-foya, bukan menghambur-hamburkan uang," kata Hilmar Farid di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (23/3/2021).
Dengan acara ini, Hilmar berharap para pengrajin angklung juga bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
"Banyak kawan kita di luar sana yang menunggu ekonomi bisa bangkit kembali, ini hanya salah satu kontribusi kecil dari kita angklung yang dipakai itu dibuat oleh pengrajin yang sekarang juga susah hidupnya, kita ingin mereka seperti kita juga akan bangkit," tegasnya.
Diketahui, sore ini RSDC Wisma Atlet para akan mengheningkan cipta diiringi musik angklung yang dibunyikan secara serentak oleh lebih dari 1.500 relawan, tenaga kesehatan, dan pasien dari tower isolasi masing-masing.
Acara ini sekaligus memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
Diketahui, per hari ini pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran berjumlah 2.296 orang.
Baca Juga: Update 23 Maret: Tambah 5.297, Positif Covid-19 Indonesia Jadi 1.471.225
Ribuan pasien positif covid-19 itu tengah dirawat di tower 4, 5, 6, dan 7. Mereka semua pasien tanpa gejala, bergejala ringan hingga sedang.
Sejak beroperasi 23 Maret 2020, RSD Wisma Atlet telah didatangi berbagai kategori pasien Covid-19 hingga jumlahnya mencapai 75.445 orang.
Sebanyak 73.149 orang telah keluar dari RSD Wisma Atlet, yaitu karena sembuh sebanyak 72.321 orang, dirujuk ke RS lain sebanyak 741 orang, sementara pasien yang meninggal dunia 87 orang.
Berita Terkait
-
230 Napi di Lapas Nusakambangan Positif Covid-19, Semuanya OTG
-
Update 23 Maret: Tambah 5.297, Positif Covid-19 Indonesia Jadi 1.471.225
-
LIVE STREAMING: 1 Tahun Lawan Covid-19, Ribuan Pasien Mengheningkan Cipta
-
Setahun Operasional, Ini Kisah Awal Wisma Atlet Berubah Jadi RS Darurat
-
Setahun Covid-19, Ribuan Pasien RS Wisma Atlet Mengheningkan Cipta Sore Ini
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar