Suara.com - Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Alex Adam mengakui persidangan Habib Rizieq Shihab (HRS) yang digelar pada Selasa (23/3/2021) menghambat pelayanan hukum masyarakat.
Hal itu terjadinya karena lingkungan PN Jakarta Timur banyak dipenuhi aparat kepolisian.
“Kami akui untuk memasuki ruang sidang banyak halangan dan hambatan yang di depan situ ya (gerbang masuk), sehingga kami siapkan petugas kami,” kata Alex kepada wartawan di PN Jakarta Timur.
Menurut dia, di hari biasa, pelayanan di PN Jakarta Timur dapat akses langsung oleh masyarakat tanpa adanya proses pemeriksaan di pintu masuk.
“Tapi biasanya langsung datang ya. Sekarang terpaksa harus kami cek dulu, apakah sesuai dengan jadwalnya, misalkan dia sebagai saksi atau dia mau mengurus surat, kami lihat di catatan kami, namanya SPPT,” ujar Alex.
Meski demikian, Alex mengaku pelayan terhadap masyarakat pada hari ini tetap berjalan.
“Memang agak terhambat dan tersendat, tapi pelayanan kami tetap berjalan. Tidak ada masalah,” katanya.
Terkait persidangan Habib Rizieq Shihab yang bakal digelar secara langsung, Alex mengatakan bakal menambah jumlah personil petugas untuk melayani masyarakat.
“Mungkin akan kami tambah petugas di situ (pintu masuk PN Jakarta Timur) sehingga pelayanan akan lebih cepat. Sehingga tadi ada beberapa cuma kewalahan menghadapi masuknya orang-orang yang akan mengikuti pelayanan atau mengikuti persidangan,” ujarnya.
Baca Juga: Rizieq Walk Out Dari Persidangan, Begini Penjelasan PN Jakarta Timur
Sementara itu, di depan gerbang masuk PN Jakarta terlihat sejumlah masyarakat mengantre. Mereka diperiksa oleh petugas sebelum diizinkan masuk ke dalam lingkungan pengadilan.
Diketahui, sebelumnya sempat terjadi kerumunan dari simpatisan HRS di depan PN Jakarta Timur. Kerumunan itu didominasi para ibu-ibu, bahkan mereka sempat terlibat adu mulut dengan aparat kepolisian yang berjaga. Ini karena mereka menolak untuk membubarkan diri.
Di samping itu, guna mengawal persidangan setidaknya 1.400 aparat kepolisian diturunkan. Mereka berjaga di depan pelataran PN Jakarta Timur.
Berita Terkait
-
Rizieq Walk Out Dari Persidangan, Begini Penjelasan PN Jakarta Timur
-
Tim Kuasa Hukum Rizieq Imbau Simpatisan Tidak Datang Ke Pengadilan
-
Bahas Penembakan FPI, Ustadz Ini Sebut Ada Pihak Ingin Habisi Habib Rizieq
-
Viral Penceramah Sebut Luhut Dan Hendropriyono Kerjasama Dengan Zionis
-
Rizieq Bakal Dihadirkan di Persidangan, PN Jaktim Koordinasi dengan Polisi
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
-
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme
-
Amanah Bangsa Palestina di Balik Prabowo Boyong Indonesia ke BoP, Mengapa?
-
Kuasa Hukum Bupati Jember Beberkan Hak Finansial Wabup Capai Hampir Setengah Miliar
-
Pelaku Usaha Butuh Kepastian Regulasi, Para Pakar Ini Soroti Profesionalisme Penegakan Hukum
-
Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP
-
Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua
-
Jakarta Diguyur Hujan dari Pagi Sampai Malam: Peta Sebaran Hujan Lengkap dari BMKG
-
Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?