Suara.com - Pasukan keamanan Turki menyita kitab Taurat atau Torah yang diperkirakan ditulis pada 2000 - 25000 tahun silam, atau sebelum kelahiran Yesus Kristus.
Taurat yang ditulis tangan memakai tinta emas itu, ditemukan di provinsi Samsun, Jumat (26/3) pekan lalu.
Menyadur Jerrusalem Post, Senin (29/3/2021) penyitaan tersebut dilakukan tim polisi setelah menghentikan dua mobil yang mencurigakan.
Manuskrip Taurat itu tersimpan dalam tas yang diletakkan di bagasi mobil, kata sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.
Dalam sebuah video, polisi terlihat menggeledah sejumlah tas di bagasi mobil yang ditahan. Kitab kuno itu hanya dibungkus dalam kantong plastik dan disimpan di dalam tas.
Polisi kemudian terlihat mengeluarkan Taurat bertinta emas dari kantong plastik, sebelum mengeluarkannya dari pelindung kuno.
"Lima orang ditangkap," sumber itu menambahkan. Insiden itu terjadi tak lama setelah gulungan Alkitab bertanggal sama juga ditemukan oleh petugas.
Dikutip Sputnik News, Turki dikenal aktif melakukan operasi pada pasar gelap artefak keagamaan kuno. Tahun lalu, polisi menyita Alkitab Ibrani senilai sekitar 1 juta dolar atau setara Rp 14,4 miliar.
Alkitab itu dilaporkan hasil curian dari sebuah museum di Suriah dan diselundupkan ke Turki. Pada 2018, pasukan keamanan di Turki menyita Alkitab Ibrani lainnya.
Baca Juga: Belanda Dipecundangi Turki, Frank de Boer Sebut Tim Oranye Kurang Akal
Di lain sisi, pejabat Suriah berulang kali menuduh Turki dan negara Barat menolak untuk bekerja sama dalam pengembalian artefak hasil curian yang diselundupkan.
Para oleh para "jihadis" mengambil artefak itu dan menyeludupkannya ke luar negeri selama konflik sipil sepuluh tahun di negara itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?