Suara.com - Saksi Sanjaya mengaku pernah menemani tersangka eks pejabat pembuat komitmen atau PPK Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso mengantar uang Rp2 miliar di Bandara Halim Perdanakusuma. Uang itu diberikan untuk PPK Kemensos, Adi Wahyono.
Saksi Sanjaya merupakan supir pribadi Matheus Joko. Ia dimintai kesaksianya dalam perkara korupsi bansos corona tahun 2020 dengan terdakwa penyuap Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (29/3/2021).
"Saya pernah dengar dan mengantarkan bapak (Matheus Joko) pagi-pagi itu ke bandara Halim Perdana Kusuma. Bapak cerita bawa uang Rp2 miliar ketemu pak Adi (PPK Adi Wahyono)," kata Sanjaya dalam kesaksiannya.
Mendengar jawaban saksi Sanjaya, Jaksa KPK pun mempertegas saksi. Uang Rp2 miliar diberikan Joko untuk tersangka Adi Wahyono.
"Bawa uang untuk pak Adi di bandara halim?" tanya Jaksa
"Iya," jawab saksi Sanjaya.
Jaksa pun kembali bertanya, apakah saksi Sanjaya mengetahui uang itu akan digunakan Adi Wahyono untuk apa. Jawaban saksi Sanjaya pun, hanya mendengar dari bosnya itu untuk menyewa pesawat.
"Kalau uang untuk apa saya kurang tau pak. Kalau kata pak Joko cerita sih buat sewa pesawat," jawab Sanjaya.
Sanjaya pun mengaku tak melihat langsung penyerahan uang Rp2 miliar dari Joko kepada Adi Wahyono di Bandara Halim. Ia, hanya memastikan uang itu dalam bentuk pecahan uang asing.
Baca Juga: Mensos Sebut Data Spasial dan Numerik Penting untuk Bahan Kebijakan
"Dolar sepertinya nya (uang Rp 2 miliar itu)," ungkap Sanjaya.
Jaksa KPK pun kembali mempertegas berarti uang Rp2 miliar itu untuk membayar carter pesawat dalam perjalanan Kementerian Sosial.
"Kalau itu sih saya kurang tau pak, penjelasan bapak sih seperti itu (biaya carter pesawat untuk kemensos)," ucap Sanjaya.
Jaksa KPK pun kembali mencecar saksi Sanjaya. Apakah ada perintah dari pihak lain untuk Joko mengantar uang Rp 2 miliar itu untuk Adi Wahyono.
"Tau nggak perintah untuk antarkan uang dari siapa?" tanya Jaksa.
"Nggak tau pak, saya cuma anter pak Joko aja," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK
-
Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Sistem Talenta
-
Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata
-
Diduga Demi Kejar 'Cuan' Bisnis, Anak Usaha Kemenkeu Nekat Suap Ketua PN Depok Terkait Lahan Tapos
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM